Prangko Makanan Tradisional Indonesia Tahun 2008

SHP Makanan Tradisional tahun 2008Tidak bisa dipungkiri bahwa latar belakang sejarah sebagai jalur perdagangan antar benua mempunyai pengaruh besar terhadap munculnya berbagai jenis masakan tradisional yang ada di Indonesia. Bangsa India, China, Arab dan Eropa turut memperkenalkan berbagai resep maupun teknik memasak mereka yang kemudian bercampur dengan tradisi masakan asli yang ada. Kekayaan kuliner ini didukung pula oleh kekayaan alam Indonesia yang menghasilkan berbagai bahan dasar dan bumbu-bumbuan. Sebagai salah upaya untuk melestarikan sekaligus mempromosikan warisan kuliner Indonesia, maka rangkaian penerbitan prangko seri “Makanan Tradisional” tahun 2008 menampilkan empat makanan tradisional, yaitu Nasi Lemak dari Riau, Sate Bandeng dari Banten, Ayam Cincane dari Kalimantan Timur dan Kaledo dari Sulawesi Tengah.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2008 - Nasi Lemak, RiauNasi Lemak, Riau

Nasi lemak merupakan makanan yang berasal dari masyarakat Melayu. Makanan ini biasa dijumpai pula di Malaysia maupun Singapura. Nasi lemak dimasak dengan menggunakan santan kelapa dan daun pandan sehingga terasa gurih serta beraroma khas. Makanan ini biasa dihidangkan dengan lauk berupa telur, mentimun, ikan bilis goreng dan sambal.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2008 - Sate Bandeng, BantenSate Bandeng, Banten

Sate bandeng berbeda dengan sate pada umumnya yang ditusuk. Jenis sate ini dibakar dengan cara dijepit menggunakan bambu. Sate bandeng terbuat dari daging ikan bandeng segar yang dibuang durinya lalu dihancurkan dan dimasukkan kembali ke dalam kulitnya sehingga menyerupai ikan bandeng utuh. Makanan ini biasa dihidangkan sebagai lauk pelengkap nasi.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2008 - Ayam Cincane, Kalimantan TimurAyam Cincane, Kalimantan Timur

Ayam cincane adalah sajian masakan yang memiliki cita rasa manis, gurih dan sedikit pedas. Jenis bahan yang digunakan biasanya adalah satu ekor daging ayam kampung segar. Daging ayam dimasak dengan santan dan bumbu lainnya hingga kering. Masakan dihidangkan setelah dipanggang lebih dahulu sebagai pendamping nasi.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2008 - Kaledo, Sulawesi TengahKaledo, Sulawesi Tengah

Kaledo adalah masakan berkuah bening kekuning-kuningan dengan rasa asam, gurih dan pedas. Kaledo merupakan singkatan kaki lembu donggala. Masakan ini terbuat dari tulang sapi dengan daging yang menempel serta sumsum di dalam rongga tulang tersebut. Rasa khas masakan ini berasal dari penggunaan asam muda sebagai bumbu utamanya. Dengan pelengkap bawang goreng, jeruk nipis dan sambal, kaledo disajikan bersama nasi atau singkong.

Tulisan ini dipublikasikan di Makanan Tradisional dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s