Kebudayaan Indonesia tahun 1992

Prangko seri Kebudayaan Indonesia tahun 1992

Kebudayaan, suku bangsa, adat-istiadat, norma kehidupan, agama, dan seni budaya di Indonesia terangkum dalam moto “Bhinneka Tunggal Ika” yang tertera pada lambang negara Burung Garuda. Bumi Indonesia diwarnai dengan panorama berupa rangkaian tarian yang berakar di setiap daerah dan menjadi harta pusaka yang tersimpan dalam khasanah budaya bangsa Indonesia.

Untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan seni budaya tersebut, mulai tahun 1992 PT Pos Indonesia menerbitkan prangko seri “Kebudayaan Indonesia” yang menampilkan tari-tarian dari setiap propinsi di Indonesia. Dimulai dengan tari Ngremo dari Jawa Timur dan tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan masing-masing dengan denominasi Rp 200 dan Rp 500. Pada penerbitan seri pertama dari prangko bertema Kebudayaan Indonesia ini, terjadi salah cetak (misprint). Salah cetak terjadi pada tari Gending Sriwijaya. Gambar yang tertera pada prangko tersebut bukanlah tari Gending Sriwijaya, melainkan tari Melinting dari Lampung. Karena kesalahan cetak tadi, prangko dengan denominasi Rp 500 tersebut akhirnya ditarik kembali, dan menjadikannya prangko langka sehingga banyak diburu oleh para filatelis.

Tari Ngremo, Jawa TimurTari Ngremo pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga.

Prangko tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan yang mengalami salah cetakTari Gending Sriwijaya melukiskan kegembiraan gadis-gadis Palembang saat menerima tamu yang diagungkan. Tepak yang berisi kapur, sirih, pinang, dan ramuan lainnya dipersembahkan sebagai ungkapan rasa bahagia. Tarian ini diiringi gamelan dan lagu yang berjudul sama, juga merupakan sebuah ungkapan terhadap indahnya kehidupan keraton.

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kebudayaan Indonesia tahun 1992

  1. Anshori Djausal berkata:

    foto tari gending sriwijaya ini apakah gak tertukar dengan ‘Tari melinting Lampung’?

    • @Anshori : Iya kamu benar, memang terjadi kesalahan cetak pada prangko tersebut. Gambar yang tercetak di prangko adalah gambar tari Melinting dari Lampung, bukan tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan. Di awal artikel sudah saya jelaskan kekeliruan tersebut. Akibat kesalahan cetak tersebut, prangko seri tari tahun 1992 akhirnya ditarik kembali oleh pihak PT Pos Indonesia, dan menjadikannya prangko yang langka.🙂

  2. amel berkata:

    wahhh……bs bk trs nih pas lg ada pr lg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s