Kebudayaan Indonesia tahun 1995

SHP seri Kebudayaan Indonesia tahun 1995Sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia merupakan wadah lebih dari 100 suku yang berbeda dengan ciri khas masing-masing. Namun keanekaragaman tersebut justru merupakan perpaduan yang serasi. Keanekaragaman latar belakang budaya yang merupakan hasil perjalanan sejarah yang panjang, serta keadaan geografis yang demikian besar itu tercermin pula pada kekayaan seni tarinya. Dalam upaya untuk ikut serta meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya asli, maka Dirjen Pos dan Telekomunikasi menerbitkan prangko istimewa seri “Kebudayaan Indonesia”.

Pada prangko istimewa seri Kebudayaan Indonesia tahun 1995, tarian yang ditampilkan yaitu Tari Nguri dari Nusa Tenggara Barat (denominasi Rp 150), Tari Muli Betanggai dari Lampung (denominasi Rp 300), Tari Mutiara dari Maluku (denominasi Rp 700), dan Tari Gantar dari Kalimantan Timur (denominasi Rp 1000). Prangko-prangko tersebut berukuran 25,31 mm x 41,04 mm dengan perforasi 13,50 x 12,75. Selain itu juga diterbitkan carik kenangan dengan gambar tari Nguri dan sampul hari pertama.

Tari Nguri dari Nusa Tenggara BaratTari Nguri merupakan jenis tarian upacara adat, biasa ditampilkan sebagai tari penyambutan dalam menerima kunjungan tamu terhormat dan terpandang. Kata Nguri sendiri berasal dari kata Guri atau Kuri yang artinya perkataan dan tingkah laku yang lemah lembut dengan tujuan untuk menghibur. Pada awalnya tarian ini memang ditujukan untuk menghibur sang raja yang sedang berduka atau terkena musibah, juga merupakan sebuah ritual masyarakat sebagai bentuk kepatuhan kepada sang raja.

Tari Muli Betanggai dari LampungTari Muli Betanggai awalnya hanya dipentaskan pada saat acara gawi adat masyarakat Lampung. Pada perkembangannya tarian ini menjadi tarian pertunjukkan atau tontonan pada acara-acara besar. Tarian ini menggambarkan keceriaan mulei–mulei Lampung dengan memainkan keindahan tanggainya. Gambaran keceriaan tersebut tampak disetiap gerakan, iringan musik dan pembawaan mulei-mulei Lampung pada saat menarikan tarian tersebut.

Tari Mutiara dari MalukuTari Mutiara, dinamakan demikian karena tarian ini ingin melukiskan salah satu kekayaan alam dari Maluku, yaitu mutiara. Keindahan mutiara dari Maluku sudah terkenal sampai mancanegara karena kualitas mutiara dari Maluku mempunya daya tarik tersendiri bagi pecinta mutiara. Para penari membawa cangkang kerang penghasil mutiara sebagai alat menari ketika menarikan tarian ini, merupakan simbol bahwa Maluku merupakan salah satu penghasil mutiara terbaik.

Tari Gantar dari Kalimantan TimurTari Gantar menceritakan tentang kegembiraan suku Dayak ketika menanam padi. Para penari yang membawakan tarian ini, menggunakan tongkat panjang dan sepotong bambu kecil (gantar) sebagai alat menarinya. Tongkat panjang menggambarkan alat penumbuk untuk membuat lubang ditanah saat menanam padi, sedangkan bambu kecil yang berisi biji-bijian menggambarkan benih padi yang akan ditanam. Saat ini, tari Gantar sering ditampilkan dalam upacara penyambutan tamu atau acara-acara penting di Kalimantan Timur.

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kebudayaan Indonesia tahun 1995

  1. adhi berkata:

    waw keren, ada yang ngebahas tentang filateli, thanks infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s