Kebudayaan Indonesia tahun 1996

SHP seri Kebudayaan Indonesia tahun 1996Untuk lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia, sejak tahun 1992 secara berturut-turut setiap tahun diterbitkan prangko seri “Kebudayaan Indonesia” yang menampilkan berbagai tarian dari propinsi-propinsi di Indonesia. Pada tahun 1996 kembali ditampilkan tarian yang berasal dari Propinsi Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, DI Aceh dan Timor Timur (sekarang negara Timor Leste).

Pada penerbitan prangko istimewa seri Kebudayaan Indonesia tahun 1996, tarian yang ditampilkan yaitu Tari Baksa Kembang dari Kalimantan Selatan (denominasi Rp 150), Tari Ngarojeng dari DKI Jakarta (denominasi Rp 300), Tari Rampai dari DI Aceh (denominasi Rp 700) dan Tari Boituka dari Timor Timur (denominasi Rp 1000). Ukuran setiap prangko yaitu 25,31 mm x 41,06 mm dengan perforasi 13,50 x 12,75. Prangko dengan gambar tari Boituka merupakan salah satu bukti sejarah bahwa Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste pernah menjadi propinsi ke 27 NKRI. Selain prangko-prangko tersebut, diterbitkan pula sampul hari pertama dan carik kenangan dengan gambar tari Ngarojeng.

Tari Baksa Kembang dari Kalimantan SelatanTari Baksa Kembang merupakan tarian klasik yang berkembang di keraton Banjar. Biasa ditarikan oleh putri-putri keraton untuk menghibur keluarga keraton dan menyambut tamu kerajaan. Pada perkembangannya, selain ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu pejabat, tarian ini juga dipertunjukkan pada hari-hari besar daerah atau nasional, perayaan pengantin Banjar atau hajatan lain. Gerakan tarian ini menggambarkan seorang putri yang sedang bermain di taman dan memetik bunga-bunga. Para penarinya menggunakan mahkota bernama Gajah Gemuling yang ditatah oleh kembang goyang, sepasang kembang bogam berukuran kecil dan seuntai anyaman daun kelapa muda bernama halilipan.

Tari Ngarojeng dari DKI JakartaTari Ngarojeng diadaptasi dari musik Ajeng yang berkembang di daerah Betawi pinggiran. Musik Ajeng yang merupakan gamelan (tetabuhan) yang biasanya digunakan dalam mengiringi upacara penganten Betawi. Musik ini menjadi sumber inspirasi dari tarian ini. Tari Ngarojeng menggambarkan keceriaan gadis-gadis Betawi yang sedang bermain di bawah sinar bulan purnama.

Tari Rampai dari DI AcehTari Rampai adalah tarian yang dinamis dan harmonis. merupakan tarian yang diangkat dari bentuk tari-tarian tradisional beberapa daerah di Aceh, seperti tari Seudati, Ratoh dan Pho. Tari ini melambangkan sikap gotong royong, kebersamaan, dan penuh kekompakan di sebuah lingkungan masyarakat, yang terlihat dari gerakan tarinya. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 10 orang penari, diiringi dengan tetabuhan rabana, dan alunan suara, serta tepukan tangan teratur dengan intonasi yang kadang-kadang cepat dan kadang-kadang lambat.

Tari Boituka dari Timor TimurTari Boituka yang berasal dari Timor Timur merupakan tarian daerah yang biasa dibawakan pada hari-hari penting seperti, saat panen, upacara adat, serta pada saat menerima tamu. Tarian ini mencerminkan suatu bentuk rasa kebahagiaan yang besar, rasa bahagia karena mendapat tamu, ataupun juga rasa bahagia karena panen yang bagus dan memuaskan.

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s