Kebudayaan Indonesia tahun 1997

SHP seri Kebudayaan Indonesia tahun 1997Penerbitan prangko seri “Kebudayaan Indonesia” tahun 1997 merupakan penerbitan prangko tahun keenam dengan desain tarian yang menampilkan seluruh tarian daerah yang ada di Indonesia. Pada penerbitan tahun 1997, tari-tarian yang ditampilkan berasal dari Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Bali.

SHP dengan SS Tari Gambyong dari Jawa Tengah Carik Kenangan tari Gambyong dari Jawa TengahPada prangko istimewa seri Kebudayaan Indonesia tahun 1997, Tari Mapoputi Cengke dari Sulawesi Tengah, Tari Mandau Talawang Nyai Balau dari Kalimantan Tengah, Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Cawan dari Sumatera Utara dan Tari Legong Keraton dari Bali dijadikan sebagai desain prangko tersebut. Masing-masing prangko berukuran 25,31 mm x 41,06 mm dengan perforasi 13,50 x 12,75, berturut-turut dengan denominasi Rp 150, Rp 300, Rp 600, Rp 700 dan Rp 1000. Selain prangko, juga diterbitkan sampul hari pertama, sampul hari pertama dengan carik kenangan dan carik kenangan. Tari Gambyong dari Jawa Tengah dijadikan sebagai desain pada carik kenangan seri Kebudayaan Indonesia tahun 1997.

Tari Mapoputi Cengke dari Sulawesi TengahTari Mapoputi Cengke merupakan sebuah tarian upacara adat dari Sulawesi Tengah. Tarian ini juga dikenal sebagai tarian upacara memanen cengkeh. Gerakan tarian ini menggambarkan kelincahan seorang gadis ketika memetik atau memanen cengkeh, juga sebagai ucapan rasa syukur atas panenan cengkeh yang diperoleh.

Tari Mandau Talawang Nyai Balau dar Kalimantan TengahTari Mandau Talawang Nyai Balau mencerminkan kepahlawanan para perempuan Dayak dari Kalimantan Tengah yang berani dan tidak mengenal kata menyerah dalam membela bangsa. Seperti namanya, tari Mandau merupakan tarian yang menunjukkan keahlian dan keterampilan dalam memainkan atau menggunakan senjata, yaitu Mandau yang merupakan senjata tradisional Dayak, dan Telabang yaitu perisai tradisional Dayak.

Tari Gambyong dari Jawa TengahTari Gambyong awalnya hanya dimainkan di lingkungan Kesunanan Surakarta sebagai pertunjukkan hiburan bagi Sinuhun Paku Buwono keenam dan tari penyambutan ketika ada tamu kehormatan yang berkunjung ke Kesunanan Surakarta. Pada perkembangannya, tarian ini juga dimainkan sebagai hiburan pertunjukan bagi masyarakat luas. Di kehidupan masyarakat Jawa Tengah, tarian ini dikenal sebagai tarian pergaulan, biasa disajikan untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Ciri khas, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur.

Tari Cawan dari Sumatera UtaraTari Cawan merupakan pengembangan dari tari Tor Tor yang menggunakan cawan sebagai alat menarinya. Pada awalnya tarian ini hanya ditarikan oleh seorang penari yang dikenal sebagai seorang si Baso (dukun perempuan), yang memiliki kemampuan supranatural dan sebagai medium atau terapis. Semua gerak dalam tariannya menjadikan dukun perempuan tersebut dianggap penari yang layak dan pintar, karena ketika menarikan tarian tersebut, dengan kombinasi gerakan melompat dan menghentakkan tangan, cawan yang berisi air suci  yang dibawanya tidak terjatuh. Tidak banyak penari yang berani menarikan tari cawan, karena ada pantangan untuk tidak menjatuhkan cawan yang digunakan pada tarian ini.

Tari Legong Keraton dari BaliTari Legong Keraton merupakan salah satu tarian klasik Bali. Nama Legong Keraton tersusun dari kata “leg”, “gong” dan “keraton”. Kata “leg” berarti luwes atau elastis, yang kemudian dapat diartikan gerakan yang lemah gemulai (tari), sementara “gong” berarti gamelan. Kata “keraton” sendiri berarti istana. Jadi tari Legong Keraton dapat diartikan sebagai gerakan tari yang sangat terikat oleh gamelan yang mengiringinya dan ditampilkan di lingkungan istana.

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s