Kebudayaan Indonesia tahun 1998

SHP seri Kebudayaan Indonesia tahun 1998Motto “Bhinneka Tunggal Ika” mencerminkan latar belakang etnis dan budaya Indonesia yang beragam. Sebagai wadah dari 100 lebih kelompok etnis, Indonesia memiliki kekayaan melimpah berupa seni budaya seperti tarian, yang bertalian dengan dengan kehidupan sehari-hari dan ritual masyarakat. Sebagai upaya memperkenalkan kekayaan tersebut kepada dunia luas, sejak tahun 1992 mulai diterbitkan prangko yang menampilkan tari tradisional. Penerbitan pada tahun 1998 merupakan penerbitan terakhir dari seri “Kebudayaan Indonesia”.

Carik Kenangan tari Pasambahan dari Sumatera BaratPrangko seri Kebudayaan Indonesia tahun 1998 menampilkan Tari Oreng-orang Gae dari Sulawesi Tenggara, Tari Persembahan dari Bengkulu, Tari Kipas dari Riau, Tari Srimpi dari DI Yogyakarta dan Tari Pasambahan dari Sumatera Barat. Denominasi masing-masing prangko berturut-turut Rp 300, Rp 500, Rp 700, Rp 1000 dan Rp 2000. Setiap prangko memiliki ukuran 25,31 mm x 41,06 mm dengan perforasi 13,5 x 12,75. Bersamaan dengan diterbitkannya prangko-prangko tersebut, PT Pos Indonesia juga menerbitkan sampul hari pertama dan carik kenangan. Tari Pasambahan dari Sumatera Barat dijadikan sebagai desain gambar pada carik kenangan tersebut.

Tari Persembahan dari BengkuluTari Persembahan dari Bengkulu lazim dilakukan untuk menyambut dan menghormati para tamu yang datang ke Bungkulu. Tarian ini diinspirasi dari Tari Kejai yang sakral dan agung di Tanah Rejang yang biasa digunakan sebagai pengganti upacara adat penyambutan tamu . Tari Persembahan melambangkan rasa suka cita dalam meyambut tamu yang dihormati dengan carai menyuguhkan sirih sebagai tanda persaudaraan.

Tari Kipas dari RiauTari Kipas, seperti namanya, menggunakan sebuah kipas sebagai alat menari. Tarian ini bersumber dari gerak Tari Zapin Melayu, diangkat dalam suasana yang kental dengan Islam. Tarian ini mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas sambil mengikuti alunan lagu. Bila dikipas menjadi sejuk, bila sejuk dikipas menjadi marah. Kipas bisa juga menjadi senjata, tergantung dari orang yang memakainya.

Tari Srimpi dari DI YogyakartaTari Srimpi merupakan suatu jenias tarian klasik dari daerah Yogyakarta. Biasanya tarian ini dibawakan oleh 4 penari, karena kata srimpi sendiri adalah sinonim bilangan 4. Komposisi penari Srimpi sendiri juga melambangkan empat mata angin yaitu Grama (api), Angin (udara), Toya (air) dan Bumi (tanah), membentuk segi empat yang melambangkan tiang Pendopo.

Tari Pasambahan dari Sumatera BaratTari Pasambahan adalah tarian khas Minangkabau yang biasa ditarikan dalam upacara penyambutan sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu kehormatan. Pada upacara pernikahan di Sumatera Barat, tarian ini biasa dilakukan sebagai upacara penyambutan pengantin pria ketika tiba di rumah pengantin wanita. Setelah suguhan tari Pasambahan selesai, dilanjutkan dengan suguhan daun sirih yang diberikan kepada pengantin pria sebagai wakil dari rombongan.

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s