Prangko Seri WWF Tahun 1989 – Orangutan

Prangko Seri WWF 1989 - OrangutanPT Pos Indonesia adalah salah satu administrasi pos di dunia yang aktif menjalin kerja sama dengan WWF (World Wide Fund for Nature), sebuah organisasi internasional yang menangani masalah konservasi alam. Kerja sama ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dalam setiap penerbitan prangko yang berkerja sama dengan WWF, terdapat gambar seekor panda yang merupakan logo resmi dari WWF. Kerja sama PT Pos Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1989 dengan menerbitkan prangko dengan desain gambar orangutan (Pongo pygmaeus). Selain prangko, juga diterbitkan  2 buah Souvenir Sheet, 4 buah SHP dan 4 buah Maximum Cards.

Souvenir Sheet WWF Seri Orangutan - 1Orangutan (Pongo pygmaeus) dipilih sebagai desain prangko seri perdana WWF di Indonesia karena hewan ini merupakan satwa yang hampir punah. Kebakaran hutan, penebangan liar (illegal logging) dan perdagangan orangutan secara besar-besaran ditengarai sebagai penyebab menurunnya populasi orangutan di Indonesia. Padahal, di alam liar satwa ini sangat berperan dalam menjaga kelestarian hutan yang menjadi habitatnya. Tidak kurang dari 1.000 jenis tanaman sangat bergantung penyebaran bijinya oleh primata ini, karena orangutan merupakan satwa frugivora yaitu hewan pemakan buah, termasuk daun dan kambium.

Orangutan merupakan satu-satunya dari empat keluarga kera besar yang hidup di Asia, sementara tiga kerabatnya yang lain, yaitu  gorila, chimpanzee dan bonobo hidup di benua Afrika. Terdapat dua jenis orangutan, yaitu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang  penyebarannya terbatas pada bagian utara Sumatera dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus). Orangutan di Borneo terbagi menjadi 3 sub- jenis, yaitu: Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo pygmaeus morio.

Maximum Card WWF Orangutan - 2Perubahan iklim (climate change) yang terjadi akhir-akhir ini juga mempengaruhi populasi orangutan di alam liar. Pembantaian ratusan individu yang terjadi di Kalimantan pada tahun 2011 semakin memperparah penurunan jumlah orangutan yang tersisa. Orangutan di sekitar perkebunan kelapa sawit dibunuh karena dianggap sebagai hama. Menurut laporan WWF Indonesia, pada tahun 2005 total orangutan di Pulau Kalimantan sekitar 55.000 individu. Dari jumlah tersebut, sekitar 550 – 1.830 individu masih bertahan hidup di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), dan sekitar  771 – 1.006 individu hidup di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

sumber artikel : http://www.wwf.or.id, sumber gambar : http://www.wwfstamp.com

Pos ini dipublikasikan di WWF dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Prangko Seri WWF Tahun 1989 – Orangutan

  1. andybayu berkata:

    Ssya punya tuh perangkonya termasuk orang hutan

  2. Ping balik: FAUNA ORANG UTAN (1989) | wearfuture

  3. yusup berkata:

    mau donk prangkonya

  4. leizon suparmo berkata:

    Masih ada berapakah orang utan di Bukit Lawang Bohorok Sumatera Utara..? Mari kunjungi kesana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s