Festival Keraton Nusantara II

Prangko Festival Keraton Nusantara II tahun 1997Indonesia memiliki setidaknya 44 buah keraton yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Keberadaan keraton-keraton tersebut mencerminkan keragaman budaya bangsa seperti terpatri dalam motto “Bhinneka Tunggal Ika” dan merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut, setiap dua tahun sejak tahun 1970 diadakan pagelaran Kebudayaan Keraton yang dipusatkan di Yogyakarta dengan nama Catur Sagotro. Pada tahun 1991 nama kegiatan ini dirubah menjadi Festival Keraton, kemudian pada tahun 1995 saat penyelenggaraan di Solo yang diikuti 18 keraton, lebih dikembangkan lagi menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN).

SHP Festival Keraton Nusantara (FKN) II tahun 1997Festival Keraton Nusantara II digelar di Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 1-7 Juli 1997. Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 30 keraton yang berasal dari Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, serta peserta tamu dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Kota Cirebon merupakan salah satu objek wisata unggulan Jawa Barat karena memiliki potensi budaya peninggalan sejarah, termasuk tiga buah keraton, yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan. FKN II ini diharapkan dapat meningkatkan pengenalan dan apresiasi publik terhadap budaya keraton. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni dan budaya serta pameran benda-benda pusaka yang diharapkan akan mengungkapkan khasanah budaya keraton.

Prangko seri Festival Keraton Nusantara II diterbitkan bertepatan dengan pembukaan festival, menampilkan desain kereta kerajaan di Cirebon yang dahulu dipergunakan para Sultan dalam upacara kerajaan. Kereta Singa Barong yang dibuat tahun 1549 oleh Ki Nataguna kini menjadi salah satu benda pusaka Keraton Kasepuhan. Kereta ini berbentuk binatang khayali berupa Singa bersayap, Naga dan Gajah dengan belalai melilit sebuah senjata. Sedangkan Kereta Paksi Naga Liman yang terdapat di Keraton Kanoman dibuat oleh Pangeran Losari. Kereta ini juga terdiri dari tiga bagian yang menjadi simbol kerajaan : Garuda (Paksi), Maga dan Gajah (Liman).

Pos ini dipublikasikan di Kebudayaan Indonesia dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s