Prangko Seri Cerita Rakyat 2000

Prangko Seri Cerita Rakyat 2000Seri ketiga “Cerita Rakyat” tahun 2000 kembali menampilkan empat kisah. Kali ini menampilkan cerita rakyat yang berasal dari Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku. Cerita rakyat dari Aceh mengisahkan asal-usul nama Kota Tapak Tuan, sementara cerita rakyat dari Kalimantan Barat mengisahkan tentang Batu Ballah. Cerita rakyat dari Sulawesi Selatan mengetengahkan petualangan Sawerigading dan cerita rakyat dari Maluku menceritakan tentang Tujuh Putri Kahyangan. Dari semua kisah tersebut, cerita rakyat dari Aceh yang menampilkan naga dipilih menjadi tema souvenir sheet.

SHP Cerita Rakyat tahun 2000 - Tapak TuanSHP SS Cerita Rakyat tahun 2000 - Tapak TuanCerita Tapak Tuan dari Aceh mengisahkan tentang pertempuran antara seorang Tuan, petapa tua sakti, yang melawan sepasang naga yang ingin mempertahankan anak angkatnya yang merupakan seorang anak manusia. Cerita ini dimulai dengan ditemukannya seorang bayi perempuan oleh sepasang naga di pinggir pantai. Kedua naga tersebut mengasuh sang bayi di dalam gua hingga besar dan menjadi gadis yang cantik jelita. Selama diasuh oleh kedua naga, gadis tersebut tidak mengetahui dunia luar. Suatu hari ia pergi agak jauh ke tepi pantai untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul di dalam hatinya. Di sana ia berjumpa dengan beberapa orang yang membuatnya sadar bahwa ia sebenarnya adalah seorang manusia. Orang-orang yang ia temui bercerita tentang berbagai hal sehingga menimbulkan keinginannya untuk ikut berkelana. Maka pergilah ia dengan orang-orang tersebut menggunakan perahu. Mengetahui anak angkatnya pergi dengan beberapa manusia, kedua naga tersebut menyangka bahwa anaknya diculik. Mereka murka dan langsung mengejar dan menyerang perahu itu. Lautpun dilanda prahara. Peristiwa tersebut diketahui oleh seorang Tuan kakek sakti yang bertapa di sekitar tempat tersebut. Ia segera membantu manusia dengan menyerang naga sehingga terjadi pertempuran dahsyat berhari-hari. Kedua naga itu akhirnya berhasil dibunuh, dan konon sisa-sisa pertempuran itu hingga kini masih dapat disaktsikan di kota Tapak Tuan, Aceh.

SHP Cerita Rakyat tahun 2000 - Batu BallahBatu Ballah (batu belah) yang kini situsnya ada di Kalimantan Barat, menurut legenda yang hidup di masyarakat pernah menelan seorang ibu. Mak Risah, nama ibu tersebut, adalah seorang janda miskin yang hidup penuh kesusahan bersama kedua anaknya Long Ijun dan adik laki-lakinya Su Pisok yang selalu menangis kelaparan. Suatu hari Mak Risah pulang dari pantai dengan membawa telur ikan tembakul yang cukup banyak. Karena persedian kayu bakar tinggal sedikit dan garam serta kunyit habis, setelah merebus telur Mak Risah kembali ke hutan. Alangkah kagetnya ketika ia kembali, ternyata telur ikannya telah habis semua dimakan Su Pisok. Kecewa karena anak-anaknya tidak memenuhi pesannya untuk tidak menghabiskan telur ikan itu, ia pergi ke hutan dan berdiri di atas sebuah batu. Long Ijun memohonnya untuk tidak meninggalkan mereka. Tapi batu itu terbuka dan menangkap tubuh Mak Risah dan lenyaplah ia.

SHP Cerita Rakyat tahun 2000 - SawerigadingCerita rakyat dari Sulawesi Selatan mengisahkan tentang petualangan Sawerigading. Alkisah, Dewa di langit mempunyai keturunan sepasang anak kembar, Sawerigading dan adik perempuannya We Tanriabeng. Sejak bayi We Tanriabeng hidup bersama orang tuanya di “dunia atas”, sementara Sawerigading berkelana di Bumi. Saat beranjak dewasa, Sawerigading yang tumbuh menjadi pemburu wanita, diundang ke negeri langit oleh moyangnya. Di sana ia bertemu adiknya dan jatuh cinta padanya. Tentu saja We Tanriabeng menolak dan menyarankan kakaknya untuk menikahi orang lain yang sam persis dengannya, yaitu dengan seorang putri Raja Cina bernama I We Cudaiq. We Tanriabeng bahkan sanggup membuat kapal dari pohon Walenreng, pohon langit yang sangat besar. Dengan disertai sesajian dan mantra-mantra, Walenreng pun tumbang dan menimpa sebuah gunung hingga menjadi patah. Dengan perahu Walenreng, Sawerigading pun pergi ke Cina dan menikahi I We Cudaiq. Gunung yang patah oleh pohon Walenreng itu berada di Malili Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan dikenal sebagai Gunung Bulupoloe’ (Gunung Patah).

SHP Cerita Rakyat tahun 2000 - 7 Putri KahyanganCerita Tujuh Putri Kahyangan dari Maluku menceritakan tentang kisah seorang putri dari Kahyangan yang menikah dengan seorang manusia di Bumi. Alkisah, tujuh putri dari Kahyangan turun mandi ke sebuah danau. Seorang pangeran yang kebetulan lewat menyembunyikan salah satu pasang sayap yang ditinggalkan putri-putri itu. Maka begitu acara mandi usai dan ketujuh putri hendak pulang, salah seorang putri tak bisa terbang. Seperti versi lain cerita ini, Sang Pangeran muncul sebagai dewa penolong dan pertemuan mereka berakhir dengan pernikahan. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai tiga anak. Tapip kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena akhirnya sang putri menemukan sayapnya. Ia pun terbang ke kampung halamannya di Kahyangan. Sang Pangeran menyusul dengan menaiki seekor garuda. Namun istrinya tidak bersedia kembali ke Bumi. Sebagai tanda cinta pada suami dan anak-anaknya, ia menghadiahi Sang Pangeran sebuah mahkota. Mahkota itulah yang hingga kini terdapat di Kedaton (kediaman Sultan) Ternate dan dianggap keramat. Rambut pada mahkota itu konon masih terus tumbuh dan pada waktu-waktu tertentu harus dipotong.

SS Cerita Rakyat 2000 - Tapak Tuan

Pos ini dipublikasikan di Cerita Rakyat dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s