Lingkungan Hidup tahun 2002 – Kehidupan Bawah Laut

FS Lingkungan Hidup tahun 2002 - Kehidupan Bawah LautIndonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau karang lebih dari 13.677 buah. Letaknya yang berada di kawasan tropik menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kekayaan keanekaragaman terumbu karang dunia. Sebaran terumbu karang hampir di semua kepulauan dari Sabang sampai Papua. Terumbu karang merupakan tempat hidup dan berkembang biak dari berbagai ikan, teripang, kima, gurita, siput, kepiting dan tumbuhan rumput laut yang membentuk suatu ekosistem bawah laut. Pesona, keindahan dan manfaat biota laut bagi manusia, mengakibatkan bertambahnya ketergantungan terhadap sumber daya kelautan. Oleh karena itu menjadi penting untuk menjaga sumber daya kelautan dari kerusakan dan kepunahan. Dalam program lingkungan hidup tahun 2002, menetapkan tema utama “Beri Kesempatan Pada Bumi” sangat relevan untuk meningkatkan perlindungan terhadap sumber daya kelautan tersebut. Penerbitan seri “Kehidupan Bawah Laut” dimaksudkan untuk menyambut hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni 2002. Prangko seri kehidupan bawah laut menampilkan ekosistem terumbu karang yang terancam punah.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #1 Paracanthurus hepatusParacanthurus hepatus.

Ikan berwarna biru cerah dengan sebuah guratan hitam yang membentuk angka “69”. Ikan ini dikenal dengan “surgeon fish 69” merupakan primadona di kalangan pecinta akuarium air laut. Eksploitasi terhadap ikan ini yang tidak terkendali dapat menimbulkan kerusakan pada terumbu karang.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #2 Symphilia radiansSymphilia radians.

Karang terdiri dari dua kategori, yaitu pembentuk terumbu karang dan bukan pembentuk terumbu karang. Secara biologi genetika bentuk karang yang umum dijumpai berupa lembaran daun (foliosa), keras (massive), bercabang (branching), jamur (mushroom coral), meja (tabulata) dan merayap mengikuti substrat (encrusting). Di dalam ekosistem, terumbu karang memiliki peranan penting karena menjadi habitat dari berbagai jenis biota laut untuk mencari makan dan berkembang biak. Secara fisik, terumbu karang dapat melindungi pantai dan pulau dari pengikisan akibat arus dan hempasan ombak. Symphilia radians atau sering disebut terumbu karang otak adalah jenis terumbu karang berbentuk massive (keras). Secara alami, pertumbuhan terumbu karang dipengaruhi kondisi ideal, seperti intensitas cahaya matahari yang cukup, temperatur yang hangat (18-36 °C), kandungan garam di dalam air (salinitas) dan ombak yang tidak terlalu kuat.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #3 Charonia TritonisCharonia tritonis

Merupakan predator alami dari pemakan polip karang Acanthaster planci. Banyak diburu orang karena cangkangnya yang cantik dan menarik untuk dikoleksi. Cangkang ini digunakan untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Seiring dengan pertumbuhan badannya, C. tritonis membutuhkan cangkang baru yang lebih besar, karena cangkangnya sendiri tidak ikut tumbuh, sehingga ia akan mencari cangkang kosong yang lebih besar untuk melindungi tubuhnya. Apabila cangkang kosong terus diburu manusia untuk dikoleksi, maka C. tritonis akan mengalami kesulitan mencari cangkang untuk melindungi tubuhnya dan akhirnya mati.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #4 Acanthaster planciAcanthaster planci

Binatang ini masih kerabat dekat bintang laut yang tubuhnya memiliki duri-duri panjang untuk melindungi dirinya. Binatang ini merupakan predator alami dari terumbu karang karena dia merupakan pemakan polip karang. Dalam kondisi ekosistem yang stabil, hal ini merupakan hal yang alami, karena kehadiran Acanthaster planci dibatasi oleh C. tritonis sebagai predator alaminya. Namun saat ini diperkirakan C. tritonis sudah hampir punah karena kegiatan manusia yang mengeksploitasi cangkang C. tritonis. Dengan tidak adanya predator alami, jumlah A. planci terus membengkak. Jika dibiarkan maka seluruh terumbu karang akan ikut musnah.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #5 Cromileptes altivelisCromileptes altivelis

Cromileptes altivelis merupakan jenis ikan yang hidup, tinggal, mencari makan, berkembang biak dan mengasuh anaknya di terumbu karang. Memiliki keistimewaan karena bentuk kepalanya yang tidak seperti lazimnya ikan jenis kerapu lainnya. Ikan ini banyak dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi karena rasanya yang lezat.

Prangko seri Lingkungan Hidup 2002 - #6 Tridacna gigasTridacna gigas

Jenis kima atau moluska pembentuk terumbu karang yang dilindungi oleh semacam struktur kapur yang biasa disebut cangkang. Cangkangnya yang besar merupakan tempat menempel (substrate) yang ideal bagi larva dari biota laut lain, seperti sponge, hard coral dan soft coral. Cangkang kima yang sudah menjadi timbunan terumbu karang merupakan pelindung pantai dan pulau dari pengikisan akibat arus dan hempasan ombak.

Pos ini dipublikasikan di Lingkungan Hidup dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s