Prangko Warisan Budaya Tak Benda

SHP Warisan Budaya Tak Benda tahun 2010 - Wayang KulitPada tahun 2010, UNESCO telah menyerahkan sertifikat pengukuhan batik, wayang dan keris kepada pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible of cultural heritage of the world). Sebagai negara yang mata budaya tak bendanya masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia, Indonesia terikat dengan kewajiban untuk melestarikan mata budaya tersebut dan menjadi tugas kita semua sebagai warga negara Indonesia yang baik untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian warisan budaya tersebut. Sebagai bentuk partisipasi pelestarian warisan budaya tersebut, PT Pos Indonesia menerbitkan prangko seri Warisan Budaya Tak Benda. Satu set prangko berjumlah 6 buah prangko, terdiri dari 3 desain prangko bergambar wayang kulit, 2 desain prangko bergambar batik dan 1 desain prangko bergambar keris.

SS Warisan Budaya Tak Benda tahun 2010 - Wayang KulitWayang

Wayang merupakan seni tradisional Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Kuatnya pengaruh Hindu pada waktu itu mengakibatkan cerita-cerita pewayangan banyak menyerap dari tradisi Hinduisme di India. Ada versi wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum, yang dikenal sebagai wayang orang. Ada pula wayang yang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan dalang. Wayang yang dimainkan dalang ini diantaranya berupa wayang kulit dan wayang golek. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana.

Wayang di Indonesia sudah dikenal sejak sekitar abad XI. Kitab Kakawin Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa (1030) yang hidup pada masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (tahun 1009-1042) di Kerajaan Kadiri, menjelaskan bahwa pada masa itu pertunjukkan wayang kulit telah dikenal untuk keperluan upacara. Pada abad XV ketika agama Islam mulai berkembang, pertunjukkan wayang digunakan sebagai media untuk penyebaran agama Islam dengan mementaskan cerita Panji dan cerita Menak (cerita-cerita Islam). Sunan Kalijaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan wayang. Para wali songo di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama wayang kulit di Jawa Timur, kedua wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah dan ketiga wayang golek di Jawa Barat. Pertunjukkan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003 sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga.

SHP Warisan Budaya Tak Benda tahun 2010 - Batik dan KerisBatik

Batik pada awalnya ditulis atau dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Dalam perkembangannya motif batik menjadi bervariasi, ada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Banyak sekali jenis dan corak batik tradisional sesuai filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.

Sejarah batik di Indonesia mulai dikenal sekitar abad XIV pada jaman Kerajaan Majapahit. Namun mulai berkembang pada abad XVIII masa Kesultanan Mataram, kemudian berlanjut pada masa Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta. Awalnya batik dikerjakan terbatas dalam keratin saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari abdi dalem raja yang tinggal diluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Kemudian batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, berkembang menjadi pakaian rakyat yang digemari.

Batik tradisional menggunakan bahan kain putih hasil tenunan yang dinamakan kain mori. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. Sampai awal abad XX, batik yang dihasilkan semuanya batik tulis dan sekitar tahun 1920 mulai dikenal batik cap.

Proses teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait dengan pembuatan batik, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi sejak 2 Oktober 2009.

SS Warisan Budaya Tak Benda tahun 2010 - KerisKeris

Keris adalah senjata tikam khas Indonesia. Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Indonesia terutama di daerah Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumatera, dan sebagian Kalimantan serta sebagian Sulawesi. Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai, tetapi ditempatkan di depan pada saat perang. Sementara di Sumatera dan Kalimantan, keris ditempatkan di depan. Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor, tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa pamor pada bilahnya.

Keris terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Bagian kedua yaitu warangka (sarung) dan bagian ketiga yaitu gaman (pegangan keris) atau ukiran. Keseluruhan dari ketiga bagian tersebut disebut keris. Pengelompokan keris dibedakan dari periode atau gaya pembuatan, sehingga setiap kelompok keris yang biasa disebut tangguh memiliki ciri-ciri fisik tersendiri. Beberapa tangguh yang dikenal adalah tangguh Majapahit, Pajajaran, Mataram, Yogyakarta dan Surakarta. Pada tanggal 25 September 2005, UNESCO mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa dunia.

Pos ini dipublikasikan di Warisan Budaya dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s