Prangko Penerbitan Bersama Indonesia – Slowakia

SS JIS tahun 2006 Indonesia - Slowakia

Tanggal 27 September 2006 adalah tanggal yang bersejarah bagi Indonesia dan Slowakia. Bertepatan dengan perayaan Hari Bakti POSTEL di Indonesia, kedua pemerintahan tersebut menerbitkan prangko bersama. Kerja sama ini merupakan penerbitan prangko bersama pertama Indonesia dengan negara di kawasan Eropa. Masing masing negara menerbitkan dua buah desain yang sama, yaitu tokoh “boneka” yang sangat terkenal di masing-masing negara. Indonesia menampilkan tokoh wayang Semar, dan Slowakia menampilkan tokoh boneka Gasparko. Kedua tokoh ini dipilih karena memiliki karakter yang sama. Semar dan Gasparko memiliki karakter sebagai seorang yang bijaksana dan juga seorang penghibur.

SHP JIS tahun 2006 Indonesia - Slowakia

Semar

Semar atau Sang Hyang Ismoyo adalah saudara tertua dari dewa tinggi Guru. Dia diutus ke muka bumi untuk mengawal para ksatria. Tokoh Semar dan Purnakawan hanya terdapat dalam lakon wayang Jawa. Kata “Semar” berasal dari kata “sengsem” (memikat) dan “marsudi” (mencari) yang berarti terdorong untuk mencari atau melakukan hal-hal yang baik. Nama lain dari Semar diantaranya : 1. Badranaya (badra berarti awan hitam dan naya berarti wajah), 2. Bojagati (boja yaitu sejenis makanan yang menyimbolkan pengetahuan dan gati yang berarti nyata, jadi bogajati berarti pengetahuan yang nyata atau benar). Jadi arti dari keseluruhan nama Semar adalah “orang bijak yang selalu mengajarkan tentang pengetahuan yang benar atau nyata”.

Semar dengan Kuncung Putih mencerminkan bahwa dia adalah seorang yang bijaksana, petapa yang sempurna. Wajah yang putih mencerminkan seorang guru yang baik dan wajah yang penuh kejujuran, semua mematuhi apa yang ia perintahkan dengan senang hati. Gigi tunggal Semar melambangkan bahwa seorang guru hanya akan berbicara tentang kebenaran. Badannya yang hitam melambangkan pepatah “jangan pernah melakukan cara yang salah dalam mencapai tujuan”.

Semar adalah salah satu tokoh penghibur dalam tradisi Wayang Golek. Leher dan kepalanya dapat digerakkan oleh tangan dengan menggerakkan sebatang kayu yang terhubung dengan bagian lehernya. Batang kayu tersebut tertutup oleh badannya yang juga terbuat dari kayu, dan sarung yang menutupi bagian bawah wayang. Begitu juga dengan kedua tangannya dapat digerakkan dengan cara menggerakkan batang kayu yang terhubung dengan telapak tangan wayang. Wayang adalah salah satu kebudayaan yang sangat terkenal di Indonesia, terutama di Jawa. Setiap lakonnya menceritakan tentang kebaikan dan keburukan. Dengan tinggi ekitar 69 cm, wayang dapat didirikan dengan cara menancapkannya pada sebilah batang pohon pisang. Wayang adalah kerajinan yang dibuat dengan tangan secara manual satu demi satu. Wayang dimainkan oleh seorang pemain yang disebut dalang. Di Indonesia, salah satu dalang wayang golek yang terkenal adalah Asep Sunandar Sunarya. Beliau adalah dalang handal yang telah mementaskan wayang ke seluruh dunia. Wayang sangat diminati tidak hanya oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.

Gasparko

Beragam jenis teater boneka komedi di Eropa dapat ditinjau sejak abad 13-14, hingga mencapai puncaknya dengan pemunculan badut abad pertengahan. Setelah masa kejayaan commedie dell’arte pada abad ke 14 di Italia, badut dengan mudah dapat ditemui di berbagai negara di Eropa yang tentu saja dengan mengadaptasi kebudayaan lokalnya. Setiap negara memiliki ciri khas badutnya masing-masing.

Di Slowakia, Gasparko (si Billy yang lucu) menjadi salah satu tokoh yang khas dalam teater boneka. Di antara saudara-saudaranya yang berasal dari negara lain di Eropa, Gasparko adalah tokoh yang paling santun, lembut dan sangat menjunjung keadilan. Awalnya tokoh Gasparko ini ditampilkan dalam karakter sebagai tokoh jahat penentang hokum, hal ini merupakan pengobat hati/hiburan bagi bangsa Slowakia yang tertekan dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya tokoh ini mengalami perubahan dari orang cebol menjadi seorang anak yang menggemaskan.

Gasparko hampir selalu ditampilkan dalam setiap pertunjukkan teater boneka tradisional. Ia sering ditampilkan menjadi seorang yang biasa, badut, penggembara atau saudagar. Lawan mainnya biasanya adalah tokoh raja, ksatria, pangeran, putri, penyihir, pesulap, setan dan naga. Istrinya bernama Zabinka (katak kecil) dan kudanya bernama Misko, mereka bersama-sama menghibur penonton.

Tokoh Gasparko yang ditampilkan di prangko tingginya kira-kira 48 cm, dipahat dari bahan pohon limau, mengenakan pakaian dari kain. Boneka ini merupakan karya F. llcik dan dibuat untuk seorang pemain boneka Bohuslav Anderle pada tahun 1936 yang merupakan salah satu dari sejumlah boneka yang dibuat untuknya. Boneka ini kini menjadi koleksi pribadi dari Anton Anderle.

Pos ini dipublikasikan di Joint Issue Stamps (Penerbitan Bersama) dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s