Prangko Seri WWF tahun 2010 – Penyu

SHP WWF Penyu

Penyu merupakan satwa dari warisan purbakala. Mereka sudah mendiami bumi sejak jaman Triassic, kurang lebih 220 juta tahun lalu. Penyu telah berhasil bertahan hidup melewati jaman dimana dinosaurus tidak berhasil menyesuaikan dan bertahan diri. Kini penyu kembali menghadapi tantangan berat di jaman manusia modern. Pada tahun 2010, PT Pos Indonesia kembali menerbitkan prangko seri WWF yang menampilkan 4 jenis penyu yang terdapat di Indonesia.

Menjadi rumah bagi 6 dari 7 spesies penyu yang ada di dunia, Indonesia memegang peranan penting dalam uoaya konservasi spesies dilindungi ini. Jumlah penyu kian hari kiang berkurang secara drastis, sehingga mengancam spesies-spesies tersebut dalam ambang kepunahan. Dalam rangka ikut melestarikan penyu ini, diterbitkan prangko istimewa seri “Kehidupan Bawah Laut” pada tanggal 24 Oktober 2010 dengan menampilkan 4 jenis penyu, yaitu Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Blimbing dan Penyu Sisik.

Prangko WWF Penyu LekangPenyu Lekang (Lepidochelys olivaceae)

Penyu lekang atau biasa disebut juga penyu abu-abu merupakan salah satu jenis yang berukuran kecil selain penyu sisik. Penyu jenis ini mengonsumsi udang-udangan. Karena jenis pakannya sering kali berada di daerah tangkapan kapal pukat udang, maka seringkali spesies ini juga ikut tertangkap oleh pukat tersebut dan biasanya mereka akan mati tenggelam karena kehabisan udara. Modifikasi jaring pukat mutlak harus dilakukan. Salah satu modifikasi jaring pukat biasanya mengadopsi TED atau Turtle Excluder Device, yaitu metode dimana sebuah “pintu” diletakkan di lorong pukat, sehingga penyu dapat menerobos keluar sedangkan target tangkapan seperti udang atau ikan tetap terperangkap dalam jaring pukat.

Prangko WWF Penyu HijauPenyu Hijau (Chelonia mydas)

Penyu hijau adalah penyu terbesar di antara penyu lainnya yang memiliki kerapas keras di punggungnya. Penyu hijau juga bermigrasi ribuan kilometer dari area pakan menuju pantai penelurannya. Penyu hijau bermigrasi dari daerah pesisir selatan Pulau Jawa menuju ke pesisir barat dan utara Benua Australia, dari Indonesia ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina dan Papua Nugini. Penyu hijau sangat berperan menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di ekosistem lamun, karena penyu hijau sebagai “tukang potong rumput” menjaga lamun tidak terlalu lebat dan tidak terlalu gersang. Sayangnya penyu hijau masih menjadi target utama konsumsi bagi masyarakat karena berbagai kepercayaan terhadap mitos yang salah.

Prangko WWF Penyu BelimbingPenyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Penyu belimbing merupakan spesies yang terbesar di antara jenis lainnya. Sangat unik karena merupakan satu-satunya spesies penyu yang tidak memiliki kerapas keras, hanya berupa kulit yang tebal. Namun bentuk penyu belimbing yang aerodinamis membuat mereka dapat menyelam lebih dalam dan bermigrasi lebih jauh. Penyu belimbing bermigrasi melintasi samudera, dari Indonesia ke Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Vietnam, Malaysia, Thailand, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Australia, dan negara-negara lainnya di Pasifik Selatan. Uniknya lagi, ubur-ubur adalah satu-satunya makanan bagi spesies ini.

Prangko WWF Penyu SisikPenyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

Penyu sisik adalah satu-satunya penyu yang memiliki motif eksotis di karapasnya. Motif eksotis ini seringkali menjadi pilihan utama industri aksesoris dan busana dalam produksi pernak-pernik kacamata, bros, kancing, gelang, kalung, dan lain-lain. Selain itu, daging dan telur penyu sisik juga menjadi incaran masyarakat. Makanan utama penyu sisik adalah beberapa jenis terumbu karang. Nama “Hawksbill” dalam bahasa Inggris menerangkan moncong spesies yang satu ini memiliki paruh yang tajam dan lancip menyerupai “hawk” atau elang.

Pos ini dipublikasikan di WWF dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s