Lingkungan Hidup tahun 2007

SHP Hari Lingkungan Hidup tahun 2007 #1

Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environment Programme (UNEP) memilih tema “Melting Ice – A Hot Topic?” dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2007. Tema ini diangkat didasari atas keprihatinan dunia terhadap permasalahan yang muncul akibat adanya pemanasan global. Norwegia diberi kehormatan sebagai tuan rumah peringatan internasional tersebut. Sedangkan di Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi “Iklim Berubah, Waspadalah terhadap Bencana Lingkungan”. Sejalan dengan ini, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim atau Conference of Parties (COP) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC) yang diselenggarakan di Bali 3-4 Desember 2007. Pertemuan tersebut dihadiri utusan dari 189 negara membahas berbagai upaya pencegahan pemanasan global yang sangat terkait dengan pelestarian hutan, adaptasi kenaikan permukaan air laut, perubahan ikllim serta penggalangan dana internasional untuk kegiatan berkelanjutan.

SHP Hari Lingkungan Hidup tahun 2007 #2Istilah pemanasan global merujuk pada peningkatan rata-rata suhu udara di atas permukaan bumi dan laut dalam suatu periode waktu serta proyeksi kelanjutannya. Pemanasan suhu tersebut terkait dengan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi akibat emisi penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Pada gilirannya, pemanasan global ini menjadi faktor penting dibalik perubahan iklim, yaitu variasi iklim global atau regional yang terjadi di bumi dari waktu ke waktu.

Pemanasan global telah membawa berbagai macam persoalan lingkungan pada saat ini. Mencairnya lapisan es di kutub menyebabkan permukaan air laut meingkat. Sebagai akibatnya, pulau-pulau atau wilayah pantai yang rendah menjadi tenggelam. Adapun perubahan frekuensi dan intensitas musim dan curah hujan telah menyebabkan banjir, tanah longsor serta kemarau berkepanjangan yang berujung pada kebakaran hutan. Keadaan ini tentu saja sangat merugikan aktivitas pertanian dan kehidupan manusia pada umumnya. Sementara, terganggunya habitat kehidupan berperan besar dalam meluasnya wabah penyakit endemik seperti malaria atau demam berdarah.

Pos ini dipublikasikan di Lingkungan Hidup dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s