Prangko Penerbitan Bersama Indonesia – Turki

SHP JIS tahun 2008 Indonesia - Turki #1Dalam rangka Penerbitan Prangko Bersama Indonesia – Turki, desain prangko menampilkan warisan budaya bangunan penanda, tarian, serta flora dan fauna dari kedua negara. Dari Indonesia adalah Masjid Istiqlal, Jembatan Barelang, Tari SamanBunga Kuku Macan (Mucuna bennetii) serta Kucing Liar (Prionailurus planiceps). Sedangkan dari Turki adalah Masjid Biru, Jembatan Bosphorus, Tarian Darwis Berputar, Tulip Turki (Tulipa acuminata) dan Kucing Van Turki.

Masjid Istiqlal

Masjid yang terletak di Jakarta ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Kata Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang berarti kemerdekaan. Sebagai masjid nasional Indonesia, masjid ini dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia sebagai rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Di atas ruang utamanya terdapat kubah dengan diameter sepanjang 45 m. Presiden Soekarno memulai pembangunannya pada tanggal 24 Agustus 1961. Presiden Soeharto meresmikan masjid ini pada tanggal 17 Februari 1978.

Jembatan Barelang

Jembatan Barelang adalah rangkaian dari 6 jembatan dari berbagai jenis yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang dan Galang. Penduduk setempat biasa menyebutnya sebagai Jembatan Habibie karena Presiden BJ Habibie sebagai pemrakarsa proyek bermaksud mengembangkan Rempang dan Galang sebagai kawasan industri. Dibutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk melintasinya mulai dari jembatan pertama hingga terakhir. Sekarang, jembatan ini merupakan ikon dari Batam yang menjadi salah satu tujuan wisata utama.

Tari Saman

Saman adalah salah satu tarian dari Aceh yang terkenal, berasal dari Suku Alas dan biasa ditampilkan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara penting lainnya. Delapan sampai dua puluh penari duduk berbaris di atas lantai menggerakkan badan bagian atas diiringi nyanyian, serta tepukan dada dan tangan. Nyanyian yang dilantunkan berupa pujian kepada Allah SWT. Diawali dengan gerakan yang pelan, tarian ini secara bertahap meningkat temponya hingga berhenti secara mendadak pada akhirnya.

Bunga Kuku Macan (Mucuna bennetii)

Bunga kuku macan atau flame of Irian (Api dari Irian) adalah tanaman merambat bergelombang dengan bunga berwarna merah terang. Kelompok bunganya tersusun bertingkat bersambung hingga 7 sampai 10 cm panjangnya. Berasal dari kawasan hutan Papua, tanaman ini bisa berkembang baik di daerah tropis hingga semi tropis. Bagi para pecinta tanaman, tumbuhan ini bisa dirambatkan pada pohon besar atau pergola bangunan.

Kucing Liar (Prionailurus planiceps)

Sering juga disebut sebagai kucing berkepala rata, Prionailurus planiceps bisa ditemukan di kawasan hutan Pulau Sumatera dan Kalimantan. Hewan ini memiliki badan sepanjang 41 – 50 cm tertutup bulu tebal berwarna abu-abu sedikit coklat. Bentuk kepalanya rata sesuai dengan nama yang diberikan (flat headed cat). Hewan ini berburu mangsa seperti katak, ikan, udang maupun tikus dan ayam. Kucing ini ditetapkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN karena habitatnya yang berkurang dan polusi.

SHP JIS tahun 2008 Indonesia - Turki #2Masjid Biru

Masji Sultan Ahmed dikenal pula sebagai Masjid Biru karena keramik biru yang menghiasi dinding bagian dalamnya. Sebagai masjid nasional Turki, masjid yang bersejarah di Istanbul ini dibangun antara tahun 1609 sampai 1616 semasa pemerintahan Sultan Ahmed I. Desain arsitektur masjid ini merupakan kulminasi dua abad masjid Ottoman dan gereja Byzantium. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Istanbul.

Jembatan Bosphorus

Jembatan Bosphorus Pertama adalah salah satu dari dua jembatan yang membentang di Selat Bosphorus Turki. Jembatan yang memiliki suspensi berpautan gravitasi dengan tiang baja dan gantungan yang membentuk lereng ini terletak antara Ortokoy sebagai bagian Eropa dan Beylerbeyi sebagai bagian Asia. Saat ini, Jembatan Bosphorus berada pada urutan kelimabelas jembatan bersuspensi terpanjang di dunia. Keputusan untuk membangun jembatan ini dibuat oleh Perdana Menteri Adnan Menderes pada tahun 1957. Jembatan ini diresmikan pada tanggal 30 Oktober 1973 oleh Presiden Fahri Koruturk dan Perdana Menteri Naim Talu.

Tarian Darwis Berputar

Berasal dari Konya, tarian ini disebut sebagai Darwis Berputar karena gerakan berputar sebagai bentuk dzikir atau mengingat nama Allah SWT. Sedangkan Darwis adalah istilah umum untuk memulai dalam ajaran Sufi. Tarian ini sangat dipengaruhi nyanyian serta ajaran Maulana Jalaluddin Rumi. Para penari mengenakan topi kerucut serta pakaian berwarna putih yang terdiri dari baju dan bawahan yang mengembang seperti lingkaran ketika penari berputar. Mereka biasanya melakukan gerakan berputar dari kanan ke kiri mengikuti alunan suara alat musik semacam seruling.

Tulip Turki (Tulipa acuminata)

Kadang-kadang disebut sebagai Tulip Nyala Api. Tanaman ini telah dikenal sejak imperium Ottoman pada abad ke-17. Bunganya sangat unik dengan daun bunga yang meruncing berwarna merah dan kuning dan berkembang pada bulan Mei. Tangkainya menyebar secara normal di atas tanah dan sebagian besar memutar. Dengan ketinggian antara 30 – 45 cm, tanaman ini memerlukan tanah yang basah dan cahaya matahari yang banyak.

Kucing Van Turki

Kucing Van Turki berasal dari wilayah Danau Van di bagian selatan Turki. Sebelumnya disebut sebagai Kucing Turki, kemudian namanya berubah menjadi Van Turki untuk membedakannya dari jenis Turki Angora yang berasal dari Ankara di Turki bagian tengah. Secara tradisional, Van Turki dikenal sebagai kucing dengan pola warna yang terbatas pada kepala dan ekor serta badannya berwarna putih. Kucing ini sangat pandai dan suka melompat untuk meraih sesuatu yang bisa dijangkaunya.

Pos ini dipublikasikan di Joint Issue Stamps (Penerbitan Bersama) dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s