Prangko Transportasi Tradisional

SHP Transportasi TradisionalDengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam melimpah dan tersebar pada ribuan pulau, maka sektor transportasi memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Pembangunan transportasi dilakukan untuk mendukung terciptanya perekonomian yang mandiri dan kuat, mendukung pemantapan perwujudan wawasan nusantara dan memperkokoh ketahanan nasional melalui penyelenggaraan sistem transportasi nasional yang efisien. Untuk mengingatkan kembali sebuah awal perkembangan sarana transportasi di masa lalu dan bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional, diterbitkan prangko seri “Transportasi Tradisional” dengan mengambil objek sarana transportasi darat berupa Becak Dayung, dan Andong serta Perahu.

Prangko transportasi tradisional - becak dayungBecak dayung adalah salah satu jenis becak yang tidak bermotor. Becak jenis ini banyak ditemui di kawasan Sumatera bagian utara. Berbeda dengan becak pada umumnya yang ada di Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia, pengemudi becak dayung berada di samping becak, bukan di belakang becak pada umumnya. Becak seperti ini juga dapat dijumpai di Singapura dan Semenanjung Malaysia. Becak dayung merupakan salah satu alat transportasi yang ramah lingkungan karena merupakan angkutan yang tidak menimbulkan polusi emisi gas buang. Namun sayang, alat transportasi tradisional ini sekarang mulai jarang dijumpai dan mulai tergantikan oleh motor yang sekarang mudah ditemui disetiap daerah di Indonesia.

Prangko transportasi tradisional - andongAndong merupakan salah satu alat transportasi tradisional di Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Solo dan Klaten. Keberadaan andong sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang kini masih terus dilestarikan. Walaupun pengguna Andong di Yogyakarta ini masih cukup banyak, namun jumlahnya kini kian berkurang. Di wilayah Yogyakarta, sejak terjadinya gempa tahun 2006 lalu, jumlah andong yang terdata tinggal tersisa 358 unit saja, pada hal sebelum gempa, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mencataat keberadaannya masih sekitar 700 unit. Andong-andong ini dapat ditemui dengan mudah di sepanjang jalan Malioboro, Pasar Ngasem, serta di Kotagede. Dari sektor pariwisata keberadaan andong menjadi alat transportasi tradisional yang diminati wisatawan.

Prangko transportasi tradisional - perahuPerahu adalah salah satu alat transportasi air yang banyak digunakan oleh masyarakat yang tinggal di dekat sungai atau laut. Di Indonesia sendiri, perahu banyak dijumpai di Kalimantan. Masyarakat di Pulau Kalimantan menggunakan perahu sebagai alat transportasi utama karena sebagian besar daerah di Pulau Kalimantan dikelilingi oleh sungai. Semua aktivitas masyarakat dilakukan diatas sungai. Pasar Apung, yaitu salah satu jenis pasar yang terkenal di Kalimantan, melakukan aktivitas jual beli di atas sungai. Sebagai media bertransaksi, penjual dan pembeli menggunakan perahu sebagai alat untuk transaksi jual beli sekaligus sebagai alat transportasi.

Pos ini dipublikasikan di Tradisional dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s