Prangko Seri Lambang Propinsi Tahun 2010

MS Prangko Seri Lambang Daerah tahun 2010Prangko Seri Lambang Propinsi tahun 2010 merupakan penerbitan seri ketiga atau penerbitan terakhir untuk prangko seri ini. Sebanyak 11 desain prangko lambang propinsi melengkapi 22 desain prangko lambang propinsi di Indonesia yang telah diterbitkan pada tahun 2008 dan 2009. Ke-11 propinsi tersebut yaitu Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

Prangko Lambang Daerah Propinsi Sumatera UtaraSumatera Utara

Lambang Daerah Propinsi Utara terdiri dari padi dan kapas, perisai berbentuk jantung di dalamnya terdapat lukisan bintang bersudut lima, bukit barisan berpucuk lima, pelabuhan, dan pabrik. Di tengah perisai terdapat gambar orang menanam padi, sawit, karet, ikan, dan daun tembakau.

  • Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya adalah simbol kebulatan tekad perjuangan rakyat Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme
  • Bintang bersudut lima, perisai dan rantai sebagai lambang kesatuan masyarakat di dalam membela dan mempertahankan Pancasila
  • Pabrik, pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan, dan orang menanam padi melambangkan daerah yang indah permai, mahsyur dengan kekayaan alamnya yang melimpah
  • Tujuh belas kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi sebagai simbol hari Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Tongkat di bawah kepalan tangan melambangkan watak kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pecinta dan pembela keadilan
  • Bukit barisan berpucuk lima simbol tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotong-royongan yang dinamis

Prangko Lambang Daerah Propinsi JambiJambi

  • Bidang dasar persegi lima, melambangkan jiwa dan semangat Pancasila rakyat Jambi
  • Enam lubang masjid dan satu keris serta pondasi mesjid dua susun batu di atas lima dan di bawah tujuh, melambangkan berdirinya Propinsi Jambi pada tanggal 6 Januari 1957
  • Sebuah masjid, simbol keyakinan dan ketaatan rakyat Jambi dalam beragama
  • Keris Siginjai, merupakan keris pusaka yang melambangkan kepahlawanan rakyat Jambi menentang penjajahan serta menggambarkan bulan berdirinya Propinsi Jambi
  • Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan, melambangkan keikhlasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai hati nurani
  • Gong, simbol jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat “Bulat aird dek pembuluh, bulat kato dek mufakat”
  • Empat garis, melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Propinsi Jambi
  • Tulisan yang berbunyi “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” di dalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran wilayah geografis 9 Daerah Aliran Sungai

Prangko Lambang Daerah Propinsi BengkuluBengkulu

Lambang Daerah Propinsi Bengkulu terdiri atas 3 bagian yaitu, bentuk tameng, di dalamnya terdapat tameng kecil dengan gambar setangkai padi dan setangkai kopi bersama daunnya, di tengah-tengahnya terdapat bunga Raflesia, rudus, cerana dan bintang besar. Sebuah pita bertuliskan Bengkulu

  • Makna warna : hijau berarti kesuburan, biru berarti kemakmuran, merah berarti dinamika kegembiraan, ungu berarti ketenangan dan kedamaian, dan kuning berarti kejayaan
  • Warna hijau di atas tameng kecil mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan sebagai batas daerah di sebelah timur, warna biru berombak melambangkan laut sebagai batas daerah di sebelah barat
  • Bulir padi berjumlah 17, bunga kopi dan buah kopi berjumlah 8, tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 garis dan bagian bawah berjumlah 5 baris melambangkan hari Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Garis gelombang berjumlah 18, daun kopi berjumlah 11, bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 dan buah kopi setiap tangkai berjumlah 8 melambangkan hari kelahiran Propinsi Bengkulu 18 November 1968
  • Buah padi dan kopi mencerminkan hasil utama di bidang pertanian dan perkebunan
  • Bunga Raflesia Arnoldi merupakan suatu keistimewaan alam daerah Propinsi Bengkulu
  • Bingkai berwarna emas yang mengitari lambang melukiskan salah satu sumber mineral di Propinsi Bengkulu
  • Cerana melukiskan kebudayaan rakyat
  • Rudus 2 buah melambangkan kepahlawanan
  • Bintang besar melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Prangko Lambang Daerah Propinsi Kepulauan Bangka BelitungKepulauan Bangka Belitung

  • Perisai bersudut lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Lingkaran bulat simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin terbuka
  • Padi dan buah lada melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran, bulir padi berjumlah 27 buah melambangkan UU No. 27 tahun 2000 tentang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan buah lada berjumlah 31 buah melambangkan propinsi ke 31
  • Balok timah, melambangkan kekayaan alam berupa timah yang menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung
  • Warna biru tua (dalam perisai) dan biru muda (dalam lingkaran hitam) melambangkan dunia kelautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atas, di dalam dan di dasarnya
  • Warna putih pada tulisan melambangkan keteguhan dan perdamaian
  • Warna kuning pada padi dan semboyan melambangkan ketentraman dan kekuatan
  • Warna hijau pada pulau dan lada melambangkan kesuburan
  • Warna hitam pada outline lingkaran melambangkan ketegasan
  • Tulisan Serumpun Sebalai merupakan semboyan penegakan demokrasi melalui musyawarah dan mufakat

Prangko Lambang Daerah Propinsi DKI JakartaDKI Jakarta

Lambang Propinsi DKI Jakarta terdiri dari lukisan perisai segi lima, di dalamnya melukiskan gerbang terbuka yang di atasnya terdapat tulisan “Jaya Raya”. Di dalam gerbang terbuka tersebut terdapat gambar “Tugu Nasional” yang dilingkari untaian padi dan kapas. Sebuah tali melingkar pangkal tangkai padai dan kapas. Di bagian bawah perisai terdapat lukisan ombak-ombak laut.

  • Bentuk perisai segi lima melambangkan Pancasila
  • Pintu gerbang terbuka merupakan simbol kota, lambang kekhususan Jakarta sebagai pintu keluar masuk kegiatan-kegiatan nasional dan hubungan internasional
  • Tugu Nasional sebagai lambang kemegahan, daya juang dan cipta
  • Padi dan kapas merupakan simbol kemakmuran
  • Ikatan tali sebagai lambang persatuan dan kesatuan
  • Ombak laut merupakan simbol negeri kepulauan
  • Tulisan Jaya Raya adalah slogan perjuangan Jakarta
  • Warna mas pada pinggir perisai simbol kemuliaan Pancasila, warna merah pada sloka simbol kepahlawanan, warna putih pintu gerbang simbol kesucian, warna putih tugu nasional simbol kemegahan kreasi, warna kuning pada padi dan hijau putih pada kapas simbol kemakmuran dan keadilan, warna biru simbol angkasa bebas dan luas, warna ombak putih simbol alam laut yang kasih

Prangko Lambang Daerah Propinsi DI YogyakartaDI Yogyakarta

  • Landasan Idiil Pancasila : digambarkan dengan bintang emas bersegi lima (sila Ketuhanan Yang Maha Esa), tugu dan sayang mengembang (sila Kemanusiaan yang adil dan beradab), bulatan-bulatan berwarna merah dan putih (sila Persatuan Indonesia), ombak dan batu penyangga saka guru/tugu (sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), padi dan kapas (sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
  • 17 bunga kapas, 8 daun kapas dan 45 bulir padi adalah lambang Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Bulatang (golong) dan tugu berbentuk silinder (giling) adalah lambang tata kehidupan gotong royong
  • Bintang emas bersegi lima dan sekuntum bunga melati di puncak tugu melambangkan nilai-nilai keagamaan, pendidikan dan kebudayaan
  • Warna-warna merah putih yang dominan, serta tugu yang tegak adalah lambang semangat perjuangan dan kepahlawanan
  • Sejarah terbentuknya DIY dilukiskan dengan sayap mengembang berbulu 9 helai di bagian luar dan 8 helai di bagian dalam, menggambarkan peranan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII yang pada tanggal 5 September 1945 mengeluarkan amanatnya untuk menggabungkan daerah Kasultanan Jogjakarta dan Kadipaten Pakualaman menjadi Daerah Istimewa Yoyakarta
  • Warna hijau tua dan hijau muda adalah lambang keadaan alam DIY bagian ngarai yang subur dan perbukitan yang kering
  • Candrasengkala/Suryasengkala terbaca dalam huruf jawa adalah lambang rasa Suka Ngesthi Praja, Yogyakarta Trus Mandhiri, yang artinya dengan berjuang penuh rasa optimisme membangun DIY untuk tegak selama-lamanya
  • Tugu yang dilingkari dengan padi dan kapas adalah lambang persatuan, adil dan makmur
  • Ukiran, sungging dan prada yang indah adalah lambang nilai-nilai peradaban yang luhur digambarkan secara menyeluruh berwujud

Prangko Lambang Daerah Propinsi Kalimantan SelatanKalimantan Selatan

Lambang Daerah Propinsi Kalimantan Selatan berbentuk perisai dengan warna merah dan hijau, bergaris sisi warna kuning.

  • Perisai adalah alat penangkis dan bertahan, melambangkan kewaspadaan dan kesanggupan mempertahankan diri
  • Warna merah lambang keberanian dan kepahlawanan, warna hijau lambang kesuburan dan harapan, warna kuning lambang
  • Intan berwarna putih berkilap dan memancar, melambangkan sumber mata pencaharian dan penghasilan
  • Bintang berwarna kuning emas, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Rumah Banjar berwarna hitam, melambangkan unsur kebudayaan, warna hitam berarti kebulatan tekad dan keunggulan
  • Bulir padi dan batang karet melambangkan pertanian dan perkebunan sebagai sumber kehidupan
  • Pita warna putih melambangkan kesucian dan keikhlasan hati untuk berbuat jujur dan bertanggung jawab serta semangat kerja sama dan gotong royong
  • Tulisan “Wadja Sampai Kaputing” adalah semboyan yang berarti tekun bekerja dan tidak menyerah

Prangko Lambang Daerah Propinsi Sulawesi SelatanSulawesi Selatan

  • Bintang bersudut dan bersinar lima, sebagai lambang Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Lingkaran yang terdiri dari 17 bulir padi, 8 kapas dengan kelopak bergerigi 4 dan buah bergerigi 5, sebagai lambang hari Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Benteng Somba Opu dilihat dari atas, sebagai lambang kepahlawanan rakyat Sulawesi Selatan
  • Perahu Phinisi berlayar di atas tiga gelombang melambangkan jiwa pelaut yang ulet
  • Pacul menggambarkan masyarakat agraris dan gerigi mesin menggambarkan industri
  • Buah kelapa menggambarkan kekayaan hasil bumi Sulawesi Selatan
  • Sebilah badik terhunus berpamor satu berlekuk 5, melambangkan jiwa kepahlawanan serta kesiapsiagaan dalam membela kehormatan bangsa dan tanah air berdasarkan Pancasila
  • Gunung, desa, dan petak-petak sawah sebagai simbol kesuburan
  • Selembar pita bertuliskan “Sulawesi Selatan”, merupakan identitas nama propinsi

Prangko Lambang Daerah Propinsi Sulawesi UtaraSulawesi Utara

  • Bentuk dasar segi lima sama sisi melambangkan Pancasila
  • Warna dasar biru langit, sisi luar berwarna kuning
  • Buah pala terbuka kulitnya berwarna kuning bijinya berwarna merah berjumlah 8 buah, dirangkaikan dengan buah cengkeh berwarna perpaduan antara hijau kekuningan dan hijau kecoklatan berjumlah 17, dan 45 bulir padi merupakan simbol hari Proklamasi Kemerdekaan RI
  • Untaian biji jagung berjumlah 23 butir, 1 pohon kelapa berdaun 9 mempunyai akar 6 dan di bawahnya terdapat 4 buah bibit kelapa, melambangkan berdirinya Propinsi Sulawesi Utara 23 September 1964
  • Pohon kelapa, padi, pala, jagung dan cengkeh menggambarkan keseluruhan kekayaan utama yang menjadi sumber hidup rakyat Sulawesi Utara
  • Pita putih bergaris merah bertuliskan Sulawesi Utara merupakan identitas nama propinsi
  • Warna emas/orange berarti kekayaan dan keagungan, warna biru/hijau berarti kemakmuran dan kesuburan, warna kuning berarti kesejahteraan, kebesaran dan keluhuran, warna merah berarti keberanian, warna putih berarti kesucian dan kedamaian, warna coklat berarti kecintaan kepada tanah air, warna hitam berarti kokoh, kuat, teguh dan kekal, serta warna ungu berarti kebanggaan

Prangko Lambang Daerah Propinsi Maluku UtaraMaluku Utara

Lambang Daerah Propinsi Maluku Utara berbentuk perisai segi lima, di dalamnya terdapat gambar bintang, gunung, laut, padi dan kapas, serta tulisan 1999.

  • Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Gunung sebagai simbol kekayaan hasil hutan yang melimpah
  • Laut adalah lambang persatuan dan kesatuan
  • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran
  • Angka 1999 menunjukkan tahun berdirinya propinsi Maluku Utara

Prangko Lambang Daerah Propinsi Nusa Tenggara BaratNusa Tenggara Barat

  • Bentuk perisai melambangkan kebudayaan, kesenian Propinsi Nusa Tenggara Barat dan juga lambang jiwa kepahlawanan
  • Tulisan “Nusa Tenggara Barat” adalah identitas nama propinsi
  • Rantai yang terdiri dari 4 berbentuk bundar, 5 berbentuk segi empat melambangkan tahun kemerdekaan RI
  • Bulir padi berjumlah 58, kapas berjumlah 17, dan bunga kapas berjumlah 12 melambangkan hari kelahiran Propinsi NTB tanggal 17 Desember 1958
  • Bintang lima melambangkan Pancasila
  • Gunung berasap menunjukkan Gunung Rinjani di Pulau Lombok
  • Menjangan menunjukkan hewan yang banyak terdapat di Pulau Sumbawa
  • Kubah sebagai simbol taat beragama
  • Warna biru berarti kesetiaan kepada NKRI, warna hijau berarti kemakmuran, warna putih berarti kesucian dan keluhuran, warna kuning berarti kejayaan, warna hitam berarti abadi, dan warna merah berarti keberanian dan kepahlawanan
Pos ini dipublikasikan di Lambang Propinsi dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s