Lingkungan Hidup tahun 2010

SHP Lingkungan Hidup tahun 2010Keanekaragaman Hayati menjadi isu sentral pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2010. Hal ini sejalan dengan penetapan tahun 2010 sebagai “Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati” oleh PBB. Tahun 2010, United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2010 yaitu : “Many Species, One Planet, One Future”. Di Indonesia, tema tersebut diadopsi menjadi “Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita”. Untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup, pada tahun 2010 diterbitkan prangko seri “Lingkungan Hidup” dengan menampilkan obyek desain “Anak dan Lingkungan”, “Dampak Perusakan Lingkungan”, dan “Memelihara Keanekaragaman Hayati”.

Pendeklarasian tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keragaman Hayati digunakan sebagai ajang kampanye global dalam menggalang kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi umat manusia, dengan tujuan :

  1. Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya penyelamatan keanekaragaman hayati dari ancaman utama penyebab kepunahan
  2. Meningkatkan kesadaran akan penyekesaian penyelamatan keanekaragaman hayati
  3. Mendorong individu, organisasi, dan instansi pemerintah agar segera mengambil langkah tindakan yang dibutuhkan untuk mengatasi kehilangan keanekaragaman hayati
  4. Mempromosikan inovatif solusi untuk mengurangi berbagai ancaman keanekaragaman hayati
  5. Mengawali dialog dengan para stakeholder tentang langkah-langkah yang diperlukan pasca 2010

SHP SS Lingkungan Hidup tahun 2010Dalam dua dasawarsa terakhir telah terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam kelestarian tatanan dan fungsi ekosistem. Pada hal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Untuk pembangunan berkelanjutan diperlukan kegiatan dengan sasaran : 1) Konservasi keanekaragaman hayati, 2) Pemanfaatan secara lestari dan komponennya, 3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetika.

Indonesia secara umum berada pada urutan teratas dalam keanekaragaman hayati. Untuk jenis mamalia, terdapat 515 jenis atau 36% dari total jenis mamalia dunia, bahkan diantaranya mamalia endemik. Dalam jenis kupu-kupu swallowtail, terdapat 121 jenis atau 14% dari total jenis kupu-kupu dunia, beberapa diantaranya endemik. Jenis reptil berada diurutan ketiga (lebih dari 600 jenis), untuk jenis burung berada diurutan keempat (1519 jenis atau 28% dari total jenis burung dunia), beberapa diantaranya endemik. Untuk jenis amphibi diurutan kelima dengan 270 jenis, sedangkan untuk kekayaan flora berbunga berada diurutan ketujuh. Ini merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keanekaragaman hayati berperan penting bagi kehidupan manusia. Sebab, selain menjadi sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan dan obat-obatan, juga menjadi sumber penyedia sumber daya air dan udara bersih serta berpotensi untuk pembangunan industri pariwisata.

Pos ini dipublikasikan di Lingkungan Hidup dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s