Prangko Penerbitan Bersama Indonesia – Malaysia

MS JIS tahun 2011 Indonesia - Malaysia Penerbitan prangko bersama antara Indonesia dan Malaysia dimaksudkan untuk membina saling pengertian dan hubungan persahabatan kedua bangsa serumpun. Melalui penerbitan bersama ini, masing-masing negara diajak untuk melihat kembali artefak sejarah masing-masing serta kesamaan yang dimiliki untuk menyongsong masa depan hubungan yang lebih cerah. Masing-masing negara menerbitkan 8 prangko dengan tema monumen, uang kertas, prangko dan ayam hutan. Desain prangko dari Indonesia menampilkan gambar Tugu Proklamasi, Oeang Repoeblik Indonesia, Prangko Pemerintah Militer Daerah Surakarta dan Ayam Hutan Hijau (Gallus varius). Desain prangko dari Malaysia menampilkan gambar Tugu Negara Malaysia, Uang Kertas Satu Dolar Pertama Malaysia, Prangko Pertama Malaya Merdeka dan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus).

SHP JIS tahun 2011 Indonesia - Malaysia #1Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi atau biasa disebut sebagai Tugu Petir adalah tugu peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. yang terletak di Jakarta. Di kompleks monumen ini berdiri patung Soekarno dan Mohammad Hatta serta teks proklamasi yang menyerupai naskah aslinya. Selain menjadi lokasi untuk acara peringatan Hari Kemerdekaan, tempat ini biasa dipilih oleh para demonstran dalam menyuarakan aspirasinya di era reformasi.

Oeang Repoeblik Indonesia

Oeang Repoeblik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki oleh Republik Indonesia setelah kemerdekaan. Terbit dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen, uang ini mulai beredar pada tanggal 30 Oktober 1946. Uang ini ditandatangani oleh Menteri Keuangan A.A. Maramis dan dicetak oleh Percetakan Canisius. Dengan penerbitan uang ini, maka uang Jepang dan Javasche Bank yang sebelumnya beredar dinyatakan tidak berlaku.

Prangko Pemerintah Militer Daerah Surakarta

Prangko Pemerintah Militer Daerah Surakarta merupakan prangko darurat yang diterbitkan untuk menunjukkan semangat pantang menyerah bangsa Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II. Prangko yang terbit pada bulan Agustus 1949 ini dicetak satu warna biru, tanpa perforasi, tanpa perekat, dengan nominal lima belas rupiah. Sampai saat ini tersisa kurang dari 50 keping menjadikannya sebagai salah satu “permata filateli Indonesia”.

Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)

Ayam Hutan Hijau dikenal dengan nama ilmiah Gallus varius. Unggas ini bisa ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Flores, Komodo, Lombok dan pulau kecil sekitarnya. Berbeda dengan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) yang berasal dari daratan Asia, spesies ini berwarna hijau tua dan jingga pada sayapnya. Ayam ini biasa disebut sebagai Bekisar, meskipun penamaan ini sebenarnya tidak tepat karena nama ini merupakan persilangan ayam hutan hijau dan ayam kampung.

SHP JIS tahun 2011 Indonesia - Malaysia #2Tugu Negara Malaysia

Tugu Negara Malaysia didirikan untuk memperingati para pahlawan yang telah berkorban untuk mempertahankan kedaulatan negara. Tugu yang terletak di Kuala Lumput ini dibuat oleh seniman Amerika, Felix de Weldon dan diresmikan pada tanggal 8 Februari 1996. Tugu yang menggambarkan tujuh tentara ini melambangkan kepemimpinan, semangat juang, kesatuan, kesiapan, kekuatan, keberanian dan pengorbanan.

Uang Kertas Satu Dolar Pertama Malaysia

Uang kertas pertama Malaysia dengan nominal satu dolar dikeluarkan pada tanggal 1 Maret 1959 dan mulai beredar pada tanggal 1 Juni 1959. Mata uang yang berlaku di wilayah Malaya, Singapura, Sarawak, dan Borneo Utara (sekaranga Sabah) ini ditandatangani oleh Tun Lee Hau Shik sebagai Menteri Keuangan pertama Malaysia. Di bagian depan uang kertas ini terdapat nomor seri dan tanda air bergambar kepala harimau.

Prangko Pertama Malaya Merdeka

Prangko pertama yang diterbitkan oleh Malaya merdeka memiliki denominasi sepuluh sen. Dicetak dengan teknik intaglio berwarna jingga, prangko ini menampilkan gambar Tunku Abdul Rahman yang sedang melambaikan tangan ke arah rakyat Malaya. Desain prangko juga memuat gambar merpati dan kapal layar untuk melambangkan perdamaian universal serta perjalanan waktu yang akan ditempuh negara yang baru merdeka.

Ayam Hutan Merah (Gallus gallus)

Ayam Hutan Merah memiliki nama ilmiah Gallus gallus. Menurut pakar burung terdapat lima sub-spesies ayam hutan merah yang tersebar di India Utara, Nepal, Myanmar, Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaysia dan Sumatera. Saat ini cukup sulit untuk memastikan kemurnian galur spesies ayam ini, karena proses persilangan yang mungkin terjadi seiring dengan berjalannya waktu.

Pos ini dipublikasikan di Joint Issue Stamps (Penerbitan Bersama) dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Prangko Penerbitan Bersama Indonesia – Malaysia

  1. abda yamana berkata:

    thank’s infonya gan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s