Prangko Makanan Tradisional Indonesia Tahun 2005

SHP Prangko seri Makanan Tradisional tahun 2005Pada tanggal 6 Juli 2005, Dirjen Postel menerbitkan prangko istimewa seri “Makanan Tradisional Indonesia” yang merupakan penerbitan seri kedua setelah penerbitan pertamanya pada tahun 2004. Pada tanggal yang sama, PT Pos Indonesia juga menerbitkan Sampul Hari Pertama. Seperti penerbitan sebelumnya, pada penerbitan kali ini pun materi desain prangko akan menampilkan jenis makanan tradisional dari empat propinsi dimana penetapan propinsi tersebut dimaksudkan untuk mewakili dari pulau-pulau di wilayah Indonesia. Adapun makanan tradisional yang menjadi materi desain pada penerbitan tahun 2005 adalah Sayur Tauco dari Sumatera Utara, Nasi Timbel dari Jawa Barat, Soto Banjar dari Kalimantan Selatan, dan Langga Roko dari Sulawesi Selatan.

Jenis makanan tradisional yang ditampilkan dalam desain prangko ini pada umumnya merupakan makanan yang sangat populer dan digemari di masing-masing daerah dari seluruh kalangan kelas masyarakat. Sebagai ilustrasi, contoh dapat dilihat diseluruh  daerah di propinsi Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, mulai warung makanan pinggir jalan, sampai restoran mewah menjadikan Nasi Timbel dan Soto Banjar sebagai menu makanan favorit mereka. Meskipun jenis makanan ini merupakan makanan tradisional di daerahnya, akan tetapi cara penyajian yang ditampilkan dalam desain prangko dengan sentuhan modern. Traditional food in modern way.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2005 - Sayur Tauco, Sumatera UtaraSayur Tauco, Sumatera Utara

Bahan : 7 lonjor kacang panjang dipotong 2 cm, 250 gr udang dibuang kulitnya dan ditinggalkan ekornya, 1 bh tahu putih diiris dadu kecil, 200 gr tomat dipotong kasar, 3 sdm tauco, 4 siung bawahng putih diiris halus, 700 ml santan, 500 ml air kaldu, dan 3 sdm minyak untuk menumis. Bumbu : 8 bh bawang merah diiris halus, 100 gr cabai hijau diiris serong, 50 gr cabai merah diiris serong, 2 btg serai diambil putihnya lalu dimemarkan, 2 lbr daun salam, 2 cm lengkuas dimemarkan, 1 sdt gula pasir, 1 potong asam kandis, 1 sdt garam.

Cara membuat : (1) Panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum, masukan semua bumbu, aduk rata. (2) Tambahkan udang, aduk sampai udang berubah warna, masukan kacang panjang, tahu, tomat, dan tauco, aduk rata. (3) Tuang air kaldu, didihkan, tuang santan, masak sampai matang dan mendidih.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2005 - Nasi Timbel, Jawa BaratNasi Timbel, Jawa Barat

Bahan : 300 gr beras pulen, 400 ml air, daun pisang untuk pembungkus (dianjurkan menggunakan daun pisang batu).

Cara membuat : (1) Aron beras dan masak hingga air habis. (2) Didihkan air dalam dandang, masukan aronan beras ke dalam dandang, kukus hingga matang. (3) Siapkan daun pisang ukuran 25 x 35 cm, Taruh kurang lebih secentong nasi di bagian tengah daun pisang. (4) Rapikan, lalu gulung sambil padatkan seperti lontong, dengan diameter 5 cm dan panjang 12 cm. Tekuk kedua ujungnya.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2005 - Soto Banjar, Kalimantan SelatanSoto Banjar, Kalimantan Selatan

Bahan : 1/2 ekor ayam kampung, 2 ltr air, 3 lbr daun jeruk, 2 btg serai dimemarkan, 1 cm lengkuas dimemarkan, 2 bh cengkeh, 1/4 btr pala. Bumbu : 5 bw bawang merah, 3 siung bawang putih, 10 btr lada, 1 cm jahe, 1 cm kunyit. Pelengkap : 75 gr soun direndam air panas hingga lunak lalu tiriskan, 4 btr telur bebek, 4 bh perkedel kentang, 3 sdm bawang goreng, 2 btg daun bawang diiris tipis, 1 sdm seledri iris, 2 bh jeruh nipis dibelah, 5 bh lontong/ketupat.

Cara membuat : (1) Potong ayam jadi 2 bagian, rebus bersama serai, daun jeruk, lengkuas, pala dan cengkeh dengan api kecil sampai ayam matang. (2) Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum lalu masukkan ke dalam rebusan ayam. Masak hingga ayam lulnak. (3) Keluarkan ayam dari kaldunya, lalu goreng hingga kekuningan. Setelah dinggin suwir dagingnya. (4) Cara menghidangkan : taruh soun dalam mangkuk, beri perkedel, daun bawang, seledri, telur rebus, ayam suwir, dan bawang goreng. Siram dengan kuah soto. Makan dengan lontong/ketupat, sambal soto, dan jeruk nipis.

Prangko Makanan Tradisional tahun 2005 - Langga Roko, Sulawesi SelatanLangga Roko, Sulawesi Selatan

Bahan : 2 ekor ikan baronang @1 kg, 5 sdm air asam, 2 ruas jari kunyit dihaluskan, 1 sdt garam, 3 sdm minyak untuk menumis, daun pisang. Bumbu yang dihaluskan : 10 bh bawang merah, 3 siung bawang putih, 5 bh cabai merah, 5 btr kemiri, 1 sdt ketumbar, 2 iris lengkuas, 2 btg serai, 1 sdt garam, 1 sdm air asam jawa.

Cara membuat : (1) Bersihkan ikan, lumuri dengan air asam, kunyit, dan garam lalu sisihkan. (2) Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum. Masukkan ikan, aduk-aduk sebentar lalu angkat. (3) Bungkus ikan dengan daun pisang, bakar di atas api bara api hingga matang.

Pos ini dipublikasikan di Makanan Tradisional, Tradisional dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s