Prangko Seri Lambang Propinsi Tahun 2010

MS Prangko Seri Lambang Daerah tahun 2010Prangko Seri Lambang Propinsi tahun 2010 merupakan penerbitan seri ketiga atau penerbitan terakhir untuk prangko seri ini. Sebanyak 11 desain prangko lambang propinsi melengkapi 22 desain prangko lambang propinsi di Indonesia yang telah diterbitkan pada tahun 2008 dan 2009. Ke-11 propinsi tersebut yaitu Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lambang Propinsi | Tag , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Prangko Seri Cerita Rakyat 2003

Prangko Seri Cerita Rakyat 2003Prangko seri “Cerita Rakyat” kembali diterbitkan pada tahun 2003. Pada seri yang keenam ini kisah yang diangkat adalah legenda Danau Ranau dari Lampung, asal usul terbentuknya Kongga Owose dari Sulawesi Tenggara, kisah kepatuhan kepada orang tua melalui cerita Putri Gading Cempaka dari Bengkulu dan kisah pengorbanan Putri Mandalika Nyale dari Nusa Tenggara Barat.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Cerita Rakyat | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Lindungi Kawasan Kutub dan Gletser

SHP SS Lindungi Kawasan Kutub dan GletserPerlindungan terhadap kawasan kutub dan gletser kini menjadi perhatian global. Dampak pemanasan global di kawasan ini akan meluas ke seluruh penjuru dunia. Hal ini akan mengakibatkan perubahan iklim global, tingkat permukaan laut, keragaman hayati serta berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Pemanasan wilayah kutub serta mencairnya gletser memerlukan perhatian segera dari para pengambil keputusan dan masyarakat dunia.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lingkungan Hidup | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Prangko Makanan Tradisional Indonesia Tahun 2009

SHP Makanan Tradisional tahun 2009Dengan sumber daya alam yang menghasilkan berbagai bahan makanan dan bumbu-bumbu yang berkualitas, Indonesia memiliki kekayaan budaya dalam bentuk beraneka jenis makanan tradisional yang sangat lezat. Dalam rangka melestarikan serta mempromosikan warisan kuliner bangsa tersebut, rangkaian penerbitan prangko seri “Makanan Tradisional” tahun 2009 ini menampilkan sajian khas dari 6 propinsi yaitu Ihutilinanga dari Gorontalo, Gulai Balak dari Lampung, Sate Tambulinas dari Sulawesi Tenggara, Sambal Goreng Papai dari Kalimantan Tengah, Nasi Uduk dari DKI Jakarta, dan Ikan Bobara Kuah Asam dari Papua Barat.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Makanan Tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , | 5 Komentar

Prangko Transportasi Tradisional

SHP Transportasi TradisionalDengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam melimpah dan tersebar pada ribuan pulau, maka sektor transportasi memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Pembangunan transportasi dilakukan untuk mendukung terciptanya perekonomian yang mandiri dan kuat, mendukung pemantapan perwujudan wawasan nusantara dan memperkokoh ketahanan nasional melalui penyelenggaraan sistem transportasi nasional yang efisien. Untuk mengingatkan kembali sebuah awal perkembangan sarana transportasi di masa lalu dan bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional, diterbitkan prangko seri “Transportasi Tradisional” dengan mengambil objek sarana transportasi darat berupa Becak Dayung, dan Andong serta Perahu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tradisional | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Prangko Hari Cinta Puspa dan Satwa Tahun 1996

SHP Hari Cinta Puspa dan Satwa tahun 1996 #FaunaUntuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting lingkungan hidup, pada tanggal 9 Januari 1993 Presiden Soeharto menetapkan tanggal 5 November sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Sebelumnya, melalui surat nomor 522.5/1458/SJ tanggal 2 Juni 1990, Menteri Dalam Negeri menetapkan puspa dan satwa identitas setiap propinsi di Indonesia. Untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, sejak tahun 1993 setiap tanggal 5 November diterbitkan seri prangko yang menampilkan puspa dan satwa identitas daerah. Pada penerbitan tahun 1996, seri ke-empat menampilkan Pohon Lontar (Borassus flabillifer) dan Burung Alau Gembung (Aceros cassidix) dari Propinsi Sulawesi Selatan, Bunga Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) dari Propinsi Kalimantan Timur, Bunga Kantil (Michelia alba) dan Burung Kepodang Emas (Orioles chinensis) dari Propinsi Jawa Tengah, Suweg Raksasa (Amorphophallus titanum) dan Beruang Madu (Helarctos malayanus) dari Propinsi Bengkulu, serta Pohon Majegau (Dysoxylum densiflorum) dan Burung Curik Bali (Leucapsor rothschildi) dari Propinsi Bali.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Flora dan Fauna, Flora dan Fauna Identitas Propinsi | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Prangko Seri Lambang Propinsi Tahun 2009

MS Prangko Seri Lambang Daerah Tahun 2009Setelah menerbitkan Prangko Seri Lambang Propinsi seri pertama pada tahun 2008, PT Pos Indonesia (Persero) kembali menerbitkan seri kedua pada tahun 2009. Sama seperti penerbitan tahun sebelumnya, penerbitan kali ini juga dimaksudkan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64. Pada penerbitan seri kedua ini, kembali ditampilkan 11 Lambang Propinsi yang telah terpilih secara acak. Ke-11 propinsi tersebut yaitu Banten, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sumatera Selatan.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Lambang Propinsi | Tag , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar