Prangko Tata Surya Tahun 2001

FS Prangko Seri Tata Surya 2001Peradaban Yunani Kuno adalah peradaban pertama yang mendapatkan pengertian tentang benda-benda langit dan gerakannya. Pada awalnya, orang mempercayai sistem Ptolemaeus, yaitu bahwa Bumi adalah pusat jagat raya dan benda-benda langit lainnya beredar mengelilingi bumi. Kepercayaan ini berlangsung berabad-abad lamanya, hingga pada abad XV, Nicolaus Copernicus, ahli perbintangan Polandia mengeluarkan gagasan bahwa jagat raya berpusat pada matahari. Gagasan ini dianggap menandai astronomi modern. Dalam perkembangannya, astronomi modern tumbuh berkat karya para ilmuwan astronomi lainnya, seperti Johannes Kepler, Galileo Galilei, dan Isaac Newton. Selain itu, penemuan penting : teleskop dan bandul jam yang dapat membuka berbagai rahasia langit dan mengukur waktu dengan tepat, sangat berpengaruh pada perkembangan astronomi modern. Prangko seri Tata Surya diterbitkan tanggal 1 Januari 2001 dalam rangka menyambut aba XXI dan milenium III. Prangko ini menampilkan Matahari dan 9 planetnya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto.

SHP Prangko Seri Tata Surya 2001 - MatahariMatahari

Matahari adalah pusat yang sekelilingnya menjadi tempat berputar planet-planet Tata Surya. Matahari merupakan salah satu bintang dari sekitar 100 milyar bintang dalam rasi bintang kita yang disebut Bimasakti. Diameternya kira-kira 1,4 juta km atau lebih dari 100 kali diameter Bumi, sedangkan beratnya 300 ribu kali berat Bumi. Suhu pada inti Matahari mencapai 14 juta °C, sementara suhu pada daerah permukaan (Fotosfer) mencapai 5.000 °C. Di atas permukaan Matahari terdapat atmosfir yang tersusun dalam dua lapisan. Lapisan bawah disebut Kromosfer yang menjulang sejauh 12.000 km. Pada Kromosfer terdapat kegiatan yang disebut Protuberans, yaitu pita-pita raksasa dan panjang dari gas menyala yang dapat mencapai ratusan ribu km. Lapisan atas atmosfer disebut Korona, berupa lingkaran cahaya putih indah. Matahari berputar pada sumbunya (rotasi) dalam kecepatan yang tidak sama untuk tiap-tiap daerah. Periode rotasi di equator selama 26,9 hari, sedangkan di kutub utara dan selatan selama 34 hari. Perbedaan periode ini karena struktur Matahari tidak padat, tetapi merupakan campuran dari atom-atom gas, inti-inti atom dan partikel-partikel atom.

SHP Prangko Seri Tata Surya 2001 - Merkurius, Venus, BumiMerkurius

Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari. Mempunyai diameter 4.862 km. Jarak rata-rata dari Matahari adalah 58 juta km. Periode revolusi selama 88 hari, sedangkan periode rotasi selama 59 hari. Permukaan Merkurius berupa bentangan padang pasir berbatu-batu lava dan padat, bertabur gunung-gunung berkawah.

Venus

Venus adalah planet kedua dari Matahari, dikenal sebagai “saudara kembar Bumi” karena ukurannya hampir sama besar. Diameter Venus sekitar 12.100 km. Periode revolusinya pada jarak rata-rata 108 juta km adalah 225 hari, serta periode rotasinya adalah 243 hari. Venus di diselubungi awan gelap yang membentuk lapisan pemantul cahaya matahari yang hampir sempurna, sehingga Venus dilihat dari Bumi merupakan benda langit tercerah setelah Matahari dan Bulan.

Bumi

Dalam tata surya, Bumi adalah planet ketiga, memiliki diameter sekitar 12.700 km, dan diameter 12.750 km sepanjang equator. Perbedaan ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi bukan bola bulat sempurna, melainkan agak pipih di bagian kutub. Bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu atmosfer (udara), hidrosfer (air), dan litosfer (batu). Bagian hidrosfer meliputi tiga perempat permukaan Bumi. Bagian ini menyumbangkan sejumlah besar uap air ke udara yang berperan atas terjadinya perubahan atmosfer yang disebut sebagai cuaca. Jarak rata-rata dari matahari adalah 149,6 juta km. Periode rotasinya adalah 1 hari dan periode revolusinya selama 365 hari (1 tahun). Bumi mempunyai sebuah satelit alami yang disebut sebagai Bulan.

SS Prangko Seri Tata Surya Tahun 2001Mars

Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan yang disebabkan oleh keberadaan besi oksida di permukaan planet Mars. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan planet. Mars memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi Matahari, dan periode rotasinya selama 25,62 jam.

Jupiter

Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 149.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9 jam 55 menit, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun. Planet Jupiter memiliki cincin yang sangat tipis, berwarna hampir sama dengan atmosfernya dan sedikit memantulkan cahaya Matahari. Materi pembentuknya bukanlah dari es seperti cincin Saturnus, melainkan batuan dan pecahan-pecahan debu yang merupakan hasil dari gagal terbentuknya satelit Jupiter. Planet Jupiter memiliki 68 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, dan Callisto(Galilean moons).

Saturnus

Saturnus adalah planet di Tata Surya yang dikenal sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Diperkirakan yang membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik. Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami, tujuh di antaranya adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius) dan Iapetus.

SHP Prangko Seri Tata Surya 2001 - Uranus, Neptunus, PlutoUranus

Uranus, planet ketujuh dari Matahari, terlihat sebagai cakram yang berwarna hijau laut. Planet ini mempunyai diameter sekitar 50.100 km atau hampir 4 kali diameter Bumi. Jarak rata-rata dari Matahari adalah 2.870 juta km. Planet ini menyelesaikan satu lintasan keliling Matahari dalam waktu 84,01 tahun, sedangkan periode rotasinya selama 24 jam. Suhu permukaan planet sebesar -180 °C. Uranus dilingkari oleh lima buah cincin yang diduga terdiri dari pecahan yang gagal bergabung untuk membentuk satelit. Planet ini mempunya lima buah bulan yaitu : Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, dan Miranda.

Neptunus

Seperti Uranus, planet ini berbentuk cakram yang kehijau-hijauan. Planet ke delapan ini berjarak rata-rata dari Matahari sekitar 4,5 milyar km, dengan diameter planet sekitar 48.600 km. Periode revoluasinya sekitar 165 tahun, sedangkan periode rotasinya 22 jam. Suhu maksimum permukaan planet Neptunus sebesar -190 °C. Neptunus memiliki dua buah bulan yaitu Triton dan Nereid.

Pluto

Planet Pluto merupakan planet terjauh dari Matahari dengan jarak rata-rata 6 milyar km. Pluto tampak seperti cahaya lemah dan kekuning-kuningan. Memiliki diameter 6.000 km, jauh lebih kecil dari Bumi. Periode revolusi planet ini 248,43 tahun. Suhu permukaan planet sangat dingin yaitu -220 °C. Berdasarkan pengamatan para astronom, Pluto memiliki dua buah bulan yaitu Charon dan Nix.

Pos ini dipublikasikan di Astronomi dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s